Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hamas Bentuk Pasukan Khusus ‘Sahm’, Bertugas Memberantas Geng Kriminal Penjarah Bantuan Kemanusiaan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 November 2024 20:26 8:26 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 November 2024 20:26
Bagikan
Unit Sahm Pasukan Khusus Anti Penjarahan Hamas
Bagikan

Hidayatullah.com – Para pejuang Hamas dan faksi-faksi perlawanan Palestina lain di Gaza membentuk sebuah pasukan bersenjata khusus bernama unit “Sahm” untuk memberantas geng kriminal dan gerombolan penjarah konvoi bantuan kemanusiaan.

Daftar isi
  • Geng kriminal yang menyelundupkan narkoba dan menjarah
  • Kelaparan meluas
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Menurut sejumlah narasumber, unit tersebut dibentuk setelah terjadinya peningkatan tajam insiden penjarahan oleh para kriminal yang bekerjasama dengan ‘Israel’.

Dibentuk pada bulan November, pasukan anti penjarahan itu telah melakukan sejumlah operasi dengan menyergap para penjarah dan menewaskan beberapa dari mereka dalam baku tembak, kata sumber tersebut.

Unit Sahm, yang beranggotakan para pejuang bersenjata lengkap dari Hamas dan kelompok Palestina lain, diberi kewenangan untuk menembak di tempat geng kriminal yang tidak mau menyerahkan diri, ungkap salah satu sumber.

Narasumber tersebut, yang menolak disebutkan namanya karena Hamas tidak mengizinkannya untuk berbicara tentang hal itu, mengatakan bahwa pasukan khusus tersebut beroperasi di Gaza tengah dan selatan dan telah melakukan setidaknya 15 misi sejauh ini, termasuk membunuh beberapa geng bersenjata.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

‘Israel’, sebagai upaya memecah dukungan terhadap Hamas, menuduh bahwa kelompok perlawanan itulah yang melakukan penjarahan terhadap bantuan kemanusiaan. Hamas, menyangkal tuduhan itu, dan menyebut ‘Israel’ sebagai salah satu penyebab penjarahan karena membunuhi polisi yang mengawal konvoi bantuan kemanusiaan.

Tuduhan ‘Israel’ juga disangkal oleh seorang pejabat AS dan pihak-pihak yang terjun langsung di lapangan.

“Kami belum melihat adanya gangguan fisik dari Hamas di manapun dalam program kami, baik di utara maupun di selatan,” ujar seorang pejabat dari sebuah organisasi bantuan internasional kepada Washington Post.

Geng kriminal yang menyelundupkan narkoba dan menjarah

Di tengah kekacauan akibat agresi ‘Israel’, geng bersenjata semakin sering menyerbu konvoi bantuan, membajak truk-truk dan menjual barang-barang yang dijarah di pasar-pasar Gaza dengan harga selangit.

Melansir media berbahasa Ibrani Haaretz dan Washington Post, geng kriminal yang dipimpin oleh Yasser Abu Shabab ini berafiliasi dengan ISIS dan beroperasi di bawah perlindungan pasukan ‘Israel’.

Yasser Abu Shabab dikenal berulangkali melakukan penyelundupan rokok dan narkoba berkolaborasi dengan kelompok-kelompok ekstremis.

Geng tersebut, yang terdiri dari lebih dari 200 orang bersenjata, mendirikan sebuah markas yang dibentengi di zona yang dikuasai Israel di Rafah. Daerah ini, yang disebut sebagai “zona kematian”, biasanya tidak dapat diakses oleh penduduk Gaza, yang semakin meningkatkan kecurigaan akan keterlibatan ‘Israel’ dalam kegiatan geng tersebut.

Para saksi mata dan memo internal PBB mengindikasikan bahwa geng yang menjarah konvoi bantuan sering terlihat di dekat posisi militer ‘Israel’, di mana tentara ‘Israel’ tidak melakukan tindakan apapun terhadap mereka.

Sebaliknya, polisi lokal Palestina menghadapi ancaman dan bahkan serangan langsung dari pasukan ‘Israel’ ketika berusaha melindungi pengiriman bantuan kemanusiaan. Dinamika ini telah meningkatkan tantangan kemanusiaan, dengan lembaga-lembaga bantuan memperingatkan akan adanya kelaparan yang membayangi wilayah selatan Gaza.

Kelaparan meluas

Tiga belas bulan sejak agresi militer ‘Israel’ di Gaza, yang diluncurkan pasca perlawanan besar-besaran Thufan Al-Aqsha pada Oktober 2023, kekurangan makanan, obat-obatan dan kebutuhan lain menyebabkan kelaparan dan penderitaan luas di kalangan warga sipil.

Israel menghentikan impor barang komersial bulan lalu dan hanya truk-truk bantuan yang masuk ke Gaza sejak saat itu, membawa sebagian kecil dari apa yang menurut kelompok-kelompok bantuan diperlukan untuk wilayah di mana sebagian besar orang telah kehilangan tempat tinggal dan hanya memiliki sedikit uang.

“Semakin sulit untuk memasukkan bantuan,” kata juru bicara WHO, Margaret Harris, setelah serangkaian insiden penjarahan pada akhir pekan lalu.

Sebelum perang, sekarung tepung dijual seharga $10 atau $15 dan satu kilogram susu bubuk seharga 30 shekel. Sekarang, harga tepung mencapai 100 dolar dan susu bubuk 300 shekel, kata para pedagang.

“Kami semua menolak (kehadiran) para bandit dan penjarah agar kami dapat hidup dan makan […] sekarang Anda diwajibkan untuk membeli dari pencuri,” ujar Diyaa Al-Nasara, yang berbicara di dekat pemakaman seorang pejuang Hamas yang terbunuh dalam bentrokan dengan para penjarah.

Beberapa orang di Gaza mengatakan bahwa mereka ingin Hamas menargetkan para penjarah.

“Ada operasimelawan pencuri, kami melihatnya. Jika operasi ini terus berlanjut dan bantuan mengalir, harga-harga akan turun karena bantuan yang dicuri muncul di pasar dengan harga tinggi,” kata Shaban, seorang teknisi yang mengungsi dari Kota Gaza, kini tinggal di Deir Al-Balah di Jalur Gaza bagian tengah.

Setelah hampir 100 truk dijarah pekan lalu, Hamas menyerang geng kriminal bersenjata yang berkumpul di dekat persimpangan di mana truk-truk bantuan biasanya masuk, melepaskan tembakan, menewaskan sedikitnya 20 anggota geng kriminal, menurut penduduk dan televisi Hamas Aqsa.

Para saksi mata menggambarkan baku tembak lainnya pada hari Sabtu, ketika para pejuang Hamas dengan dua mobil mengejar orang-orang yang dicurigai melakukan penjarahan yang berada di dalam kendaraan lain, yang mengakibatkan kematian para tersangka.

Pejabat Hamas mengatakan bahwa kekuatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan kelompok tersebut di Gaza terus berlanjut.

“Hamas sebagai sebuah gerakan tetap ada, terlepas dari suka atau tidak suka. Hamas sebagai sebuah pemerintahan juga masih ada, tidak sekuat dulu, namun tetap ada dan para anggotanya berusaha melayani rakyat di mana pun di daerah-daerah pengungsian,” katanya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bantuan kemanusiaanHAMASHeadlineJalur GazapalestinapenjarahanPilihan RedaksiSahm
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Israel Isaac Herzog dan Istrinya hilang kontak dengan sang anak Presiden Erdogan Konfirmasi Pesawat Presiden Israel Herzog Dilarang Melintasi Turki
Tulisan selanjutnya Miliarder India Gautam Adani Jadi Terdakwa Penipuan dan Suap di Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?