Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Chad Akhiri Kerja Sama Pertahanan dengan Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Desember 2024 07:27 7:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Desember 2024 07:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Chad mengatakan pihaknya memghentikan kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Prancis, bekas penjajahnya yang pamornya semakin redup di kawasan Sahel.

Menteri Luar Negeri Abderaman Koulamallah mengatakan bahwa sudah saatnya negara Chad “menegaskan kedaulatannya sepenuhnya”.

Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah sejawatnya dari Prancis, Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot, bertemu Presiden Chad Mahamat Deby.

Chad merupakan mitra penting bagi negara-negara Barat dalam menghadapi kelompok-kelompok bersenjata Muslim di kawasan Sahel di Afrika Barat.

Namun, menjelang pemilihan umum yang digelar pada bulan Mei, otoritas Chad memerintahkan penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayahnya, mengisyaratkan negara itu mulai menjaga jarak dengan sekutu-sekutu Barat.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Prancis saat ini memiliki sekitar 1.000 tentara di negara Afrika Tengah yang menyediakan bantuan intelijen dan logistik kepada militer Chad dari pangkalan-pangkalan mereka, termasuk di ibu kota N’Djamena.

Prancis, bekas penguasa kolonial Chad, telah menandatangani versi revisi perjanjian militer dan keamanan pada tahun 2019.

Chad menyusul negara-negara Afrika Tengah dan Barat yang memutuskan perjanjian keamanannya dengan Paris. Mali, Niger, dan Burkina Faso semuanya telah mengakhiri kesepakatan dengan Prancis dan negara Barat lainnya dalam beberapa tahun terakhir, dan beralih ke Rusia untuk mendapatkan dukungan di bidang pertahanan.

Namun Koulamallah mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa keputusan Chad itu bukan berarti “perpisahan dengan Prancis, seperti yang dilakukan Niger atau lainnya”.

Dalam pernyataan lain pada hari Kamis, Koulamallah mengatakan Prancis adalah “mitra penting” tetapi Chad harus “mendefinisikan ulang kemitraan strategisnya sesuai dengan prioritas nasional”.

Otoritas Chad bersikeras langkah itu tidak akan memengaruhi hubungan negarau dengan Prancis di bidang lain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ChadPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Orang Ngalap Berkah di Lokasi Terbunuhnya Hassan Nasrallah
Tulisan selanjutnya Trump Tunjuk Besannya Ayah Jared Kushner Jadi Dubes AS untuk Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?