Hidayatullah.com– Belanda memberlakukan moratorium terhadap permohonan status pengungsi yang diajukan oleh warga Suriah, kata Menteri Keimigrasian Marjolein Faber hari Senin malam (9/12/2024).
Moratorium itu berarti pihak keimigrasian akan berhenti memproses permohonan selama enam bulan, sementara masih belum jelas apa dampak dari penggilingan rezim Bashar Assad, dan apakah kondisinya aman bagi orang Suriah untuk kembali ke negerinya, kata Faber seperti dilansir Dutch News.
Warga Suriah di Belanda bersuka cita dan merayakan kejatuhan rezim Assad, tetapi banyak di antara mereka yang masih khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya, terutama dari kalangan minoritas.
Namun, pemimpin partai kanan-jauh VVD Geert Wilders, yang saat ini sedang mengunjungi Israel, lewat media sosial mengatakan bahwa “jika orang Suriah di Belanda merayakan situasi baru ini, maka mereka bisa dikirim kembali” ke negerinya.
Wilders, yang partainya menguasai banyak kursi di parlemen, juga mendesak PM Dick Schooft untuk segera berhenti menerima pencari suaka asal Suriah.
Pemerintah Belanda belum lama ini sudah menyetujui rencana pemulangan pengungsi Suriah dan berusaha memperbaiki hubungan dengan rezim Assad untuk memastikan rencana itu berjalan dengan baik.
Sekitar 150.000 warga Suriah saat ini berada di Belanda, dan mereka mencakup bagian terbanyak dari arus pengungsi dan migran yang baru tiba di negeri kincir angin itu.
Menurut laporan media Jerman Deutsche Welle (DW), Jerman sudah menghentikan pemrosesan aplikasi dari orang-orang Suriah.*