Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Rezim Assad Runtuh, Mata Uang Suriah Menguat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Desember 2024 00:43 12:43 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Desember 2024 06:00
Bagikan
Mata uang Suriah pound
Bagikan

Hidayatullah.com – Nilai tukar mata uang Suriah, Pound Suriah, terhadap dollar AS menguat setidaknya 20 persen selama dua hari terakhir di saat kembalinya warga Suriah dari negara-negara tetangga pasca runtuhnya rezim Bashar al-Assad.

Selain itu, menguatnya Pound Suriah juga karena diakhirinya peraturan ketat terhadap perdagangan mata uang asing.

Melansir TRT World pada Sabtu (14/12/2024), para pedagang mata uang di Damaskus mengatakan nilai tukar antara 12.500 dan 10.000 pada hari Sabtu, sebuah penyebaran yang luas antara 20 persen dan 50 persen lebih kuat daripada nilai tukar sebelumnya yaitu 15.000, dengan memiliki volatilitas tinggi di pasar.

Para pedagang mengutip kembalinya ribuan warga Suriah yang mengungsi ke luar negeri selama perang 13 tahun di negara ini dan penggunaan terbuka dolar AS dan mata uang Turki (lira) di pasar sebagai penyebab perubahan ini.

Sebelumnya, menggunakan mata uang asing dalam perdagangan sehari-hari dapat menyebabkan warga Suriah dipenjara, bahkan banyak dari mereka yang takut mengucapkan kata “dolar” di depan umum.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Lebih dari 90 persen penduduk Suriah hidup di bawah garis kemiskinan, menurut badan-badan PBB.

Industri minyak, manufaktur, pariwisata, dan sektor-sektor utama lainnya di negara ini telah lumpuh akibat pertempuran selama bertahun-tahun, dan sebagian besar penduduknya bekerja di sektor publik yang tidak layak, dengan gaji bulanan rata-rata sekitar 300.000 Pound Suriah.

Pemerintah transisi Suriah baru, yang dipilih oleh oposisi yang merebut Damaskus pada Ahad pekan lalu dalam sebuah serangan kilat, yang menggulingkan 50 tahun kekuasaan keluarga Assad, mengatakan bahwa mereka akan menaikkan upah dan memprioritaskan peningkatan layanan publik.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mata uangnilai tukarpoundsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Video Al-Qassam:  Satu Truk Gerombolan Tentara ‘Israel’ Tewas
Tulisan selanjutnya Menlu Turki: ‘Israel’ Tidak Ingin Assad Tumbang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?