Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Afghanistan Tolak Permintaan Donald Trump Kembalikan Persenjataan AS Senilai 7 Miliar USD

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Januari 2025 14:57 2:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Januari 2025 14:56
Bagikan
Amerika meninggalkan peralatan militer senilai sekitar 7 miliar AS Dolar, yang telah ditransfer ke pemerintah Afghanistan selama 16 tahun, sekarang berada di tangan pemrintah baru Imarah Islam Afghanistan, yang dulu bernama Taliban (foto: AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Baru Afghanistan (Imarah Islam Afghanistan) yang didominasi bekas pejuang Taliban menolak keputusan untuk tidak mengembalikan perlengkapan militer yang ditinggalkan militer AS saat keluar dari negara itu tahun 2021, lapor Bloomberg.

Berbicara kepada media, seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan bahwa Taliban bersikeras mereka butuh lebih banyak senjata, amunisi, persenjataan canggih untuk melawan ISIS-K, Negara Islam Khorasan alih-alih mengembalikan senjata.

Tanggapan ini muncul setelah pernyataan Donald Trump di sebuah rapat umum, di mana ia mengancam Afghanistan akan menghentikan semua bantuan keuangan jika negara itu tidak mengembalikan pesawat, amunisi udara-ke-darat, kendaraan, dan perlengkapan komunikasi AS.

“Jika kita akan membayar miliaran dolar setahun, katakan kepada mereka kita tidak akan memberi mereka uang kecuali mereka mengembalikan peralatan militer kita,” ujar Donald Trump,  dalam rapat umum hari Ahad di Washington, pada malam pelantikannya.

“Mereka [pemerintahan Biden] memberikan miliaran dolar kepada Taliban. Mereka memberikan peralatan militer kita, sebagian besarnya, kepada musuh,” kata Trump, merujuk penarikan pasukan AS yang kacau dan dianggap tergesa-gesa dari Afghanistan pada Agustus 2021, yang diperintahkan oleh Presiden Joe Biden.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan AS pada tahun 2022 mengungkapkan bahwa peralatan militer senilai sekitar $7 miliar tertinggal di Afghanistan setelah selesainya penarikan militer.

Peralatan yang dimaksud, yang meliputi pesawat terbang, amunisi udara-ke-darat, kendaraan militer, senjata, peralatan komunikasi, dan material lainnya, kemudian disita oleh pemerintah baru Afghanistan.

Meskipun menolak permintaan Donald Trump, pemerintah Afghanistan telah berusaha memulai awal yang baru dengan AS di bawah presiden barunya, dan mendapatkan akses ke hampir $9 miliar cadangan devisa yang dibekukan.

Awal bulan ini, Wakil Menteri Luar Negeri Taliban Sher Mohammad Abbas Stanikzai memuji Donald Trump sebagai pemimpin yang “tegas” dan “berani”.

Stanikzai menyarankan agar Trump mempertimbangkan kembali kebijakan Biden dan mengadopsi pendekatan baru.

“Kami ingin membangun hubungan baik dengan masyarakat internasional dan negara-negara Barat,” kata Stanikzai dalam sambutan yang disiarkan televisi dalam bahasa lokal. “Musuh tidak akan tetap menjadi musuh selamanya, dan teman juga tidak akan tetap menjadi teman selamanya,” tambahnya.

Imarah Islam Afghanistan ingin membangun hubungan damai dengan AS untuk mendapatkan pengakuan internasional atas pemerintahan parianya, dan dana tersebut akan memberikan dukungan kepada negara yang terkuras secara ekonomi yang juga telah kehilangan bantuan internasional, laporan itu menambahkan.

Pada hari Selasa, Afganistan mengatakan bahwa mereka telah menukar orang Amerika dengan warganya yang dipenjara di penjara AS.

Meskipun beberapa negara, seperti China, Pakistan, dan Rusia, telah menyambut duta besar Afganistan, mereka tidak secara resmi mengakui pemerintahan, yang telah banyak dikecam karena berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya.

Tahun lalu, Tiongkok menjadi negara pertama yang menawarkan surat kepercayaan diplomatik kepada Afghanistan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanalusistaAmerika SerikatImarah Islam Afghanistanmiliter ASTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Hukum Mati Pria Pembunuh Bocah Jepang
Tulisan selanjutnya Menteri Asal Muhammadiyah Ini Pejabat Paling Populer di Media Sosial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?