Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

China Hukum Mati Pria Pembunuh Bocah Jepang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Januari 2025 14:44 2:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Januari 2025 14:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang pria China dijatuhi hukuman mati karena menikam seorang bocah Jepang berusia 10 tahun hingga tewas.

Hukuman atas serangan dengan senjata tajam yang terjadi di kota Shenzhen pada bulan September tahun lalu itu ditetapkan pada hari Jumat (24/1/2025), menurut laporan berbagai media Jepang seperti dilansir BBC.

Keputusan itu dibuat sehari setelah pengadilan lain menghukum seorang pria China pelaku serangan atas seorang ibu Jepang dan anaknya serta seorang wanita China yang berusaha melindungi mereka di Provinsi Suzhou pada bulan Juni 2024.

Penikaman di Shenzhen dan Suzhou termasuk dari tiga serangan atas orang asing di China yang terjadi tahun lalu. Hanya beberapa hari sebelum insiden di Suzhou, empat instruktur perguruan tinggi asal Amerika Serikat dilukai dengan senjata tajam dalam serangan yang terjadi di sebuah taman umum di Jilin di bagian utara China.

Setelah serangan di Shenzhen, perusahaan-perusahaan Jepang seperti Toshiba dan Toyota, meminta supaya staf mereka untuk berhati-hati, sementara Panasonic menawarkan tiket pulang gratis bagi karyawannya.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Dalam kasus di Suzhou, pengadilan mengatakan bahwa terdakwa yang bernama Zhou Jiasheng, 52, melakukan serangan tersebut di luar sebuah sekolah Jepang karena dia sudah kehilangan semangat untuk hidup, setelah kehilangan pekerjaan dan terlilit utang.

Sebelumnya pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam penjelasan singkat kepada awak media mengatakan bahwa kasus itu sedang dalam proses di pengadilan, seraya menegaskan bahwa pemerintah akan selalu melindungi keselamatan warga asing yang berada di China.

Beberapa tahun terakhir China mengalami banyak serangan terhadap anggota masyarakat, di mana pelaku bertindak sewenang-wenang “balas dendam terhadap masyarakat” dalam menghadapi masalah pribadinya dengan cara menyerang orang-orang yang tidak dikenalnya.

Tahun lalu, terjadi 19 serangan terhadap pejalan kaki atau orang asing, naik tajam dari satu digit pada tahun-tahun sebelumnya.Hari Senin China melaksanakan eksekusi terhadap seorang pria yang menewaskan sedikitnya 35 orang dengan menabrakkan mobilnya ke arah anggota masyarakat. Kejadian ini dikira sebagai yang paling mematikan dalam insiden semacam itu di China kurun satu dekade terakhir.

Bulan lalu pihak berwenang melaksanakan perintah eksekusi mati seorang pria yang menikam delapan orang di kampusnya.

Sementara pada bulan Desember 2024, seorang pria yang melukai sedikitnya 30 orang dengan cara mengarahkan mobilnya ke kerumunan di depan sebuah sekolah dasar dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinahukuman matiJepang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Bertemu PBNU dan PP Muhammadiyah Bahas
Tulisan selanjutnya Afghanistan Tolak Permintaan Donald Trump Kembalikan Persenjataan AS Senilai 7 Miliar USD

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?