Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Thailand Deportasi Puluhan Orang Uyghur ke China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Februari 2025 19:09 7:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Februari 2025 19:09
Bagikan
Presiden World Uyghur Congress, Rebiya Chadeer: China mengirim orang-orang etnis Uighur ke kamp-kamp re-edukasi
Bagikan

Hidayatullah.com– Sedikitnya empat puluh orang Uyghur dideportasi oleh otoritas Thailand ke China, meskipun kelompok-kelompok peduli HAM memperingatkan kemungkinan mereka ada disiksa atau dibunuh.

Puluhan orang tersebut diduga telah diterbangkan kembali ke Xinjiang, China, pada hari Kamis (27/2/2025), setelah ditahan di Bangkok selama 10 tahun.

Ini pertama kalinya Thailand mendeportasi orang Uyghur sejak 2015, lansir BBC.

Deportasi itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat menyoroti perlakuan keji pemerintah China kepada orang-orang dari suku minoritas di Xinjiang.

Media Thailand melaporkan bahwa sejumlah trum, dengan jendela ditutupi plastik hitam, meninggalkan pusat detensi imigrasi di Bangkok pada Kamis dini hari.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Beberapa jam kemudian, situs web Flightrader24 menunjukkan sebuah pesawat China Southern Airlines yang tidak terjadwal lepas landas dari bandara di Bangkok, dan beberapa jam kemudian mendarat di Xinjiang. Tidak jelas berapa orang yang dideportasi.Kementerian Pertahanan Thailand kepada Reuters mengatakan bahwa Beijing sudan memberikan jaminan bahwa orang-orang yang dideportasi itu akan diperlakukan dengan baik.

Sementara itu pihak Beijing melalui Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa 40 imigran ilegal China direpatriasi dari Thailand, tetapi menolak untuk mengkonfirmasi apakah mereka orang Uyghur.

Media plat merah China melaporkan bahwa puluhan orang itu “didukuni” oleh organisasi kriminal dan terlantar di Thailand setelah meninggalkan China secara ilegal.

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra awalnya kepada awak media tidak mengakui adanya sejumlah penerbangan deportasi ke China.

Puluhan orang yang dideportasi hari Kamis itu diduga merupakan kelompok terakhir dari 300 lebih orang Uyghur yang ditahan di perbatasan Thailand pada 2014 setelah berusaha melarikan diri dari kekejaman China di Xinjiang.

Banyak di antara mereka dikirim ke Turki, negara yang biasa menerima orang Uyghur pencari suaka, sementara lainnya dideportasi kembali ke China pada 2015 sehingga mengundang protes kelompok-kelompok peduli HAM.

“Apa yang dilakukan pemerintah Thailand?” tanya anggota parlemen Thailand dari kubu oposisi Kannavee Suebsang lewat media sosial hari Kamis.

“Tidak boleh ada deportasi terhadap orang Uyghur yang justru akan menghadapi penganiayaan. Mereka sudah dipenjara selama 11 tahun. Kita telah melanggar HAM mereka terlalu lama,” kata Suebsang.

Ratusan orang Uyghur yang dikurung di dalam tahanan imigrasi Thailand tidak didakwa dengan kejahatan apapun, kecuali mereka memasuki wilayah Thailand tanpa visa. Mereka dikurung di dalam sel-sel yang kotor dan penuh sesak. Lima orang Uyghur meninggal dunia di dalam tahanan.

PBB mengatakan “sangat menyesalkan” pendeportasian orang-orang Uyghur tersebut.

Amnesty International menggambarkan deportasi tersebut sebagai “sangat kejam”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinathailandUyghur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan 1446 H Warga Saudi Diminta Pantau Hilal Pada 28 Februari
Tulisan selanjutnya Jerman Penjarakan 2 Pria Afghanistan yang Dituduh Berencana Menyerang Parlemen Swedia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?