Hidayatullah.com– Aktivis ekonomi syariah dan ekonomi kerakyatan, Karnaen Anwar Perwataatmadja, wafat pada Senin (10/07/2017) di Rumah Sakit Premier Bintaro, Jakarta Selatan.
Semasa hidup, Karnaen Anwar belakangan ini bergabung dengan lembaga kajian kepemimpinan CSIL (Centre of Study for Indonesian Leadership) sebagai salah satu pendirinya.
“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah bapak kami yang bernama Karnaen Anwar Perwataatmadja alias Zulkarnain Anwar pada pukul jam 03.53 (WIB) pagi di Rumah Sakit Premier Bintaro,” ujar Ketua Umum Yayasan Waqaf Indonesia Mengabdi (YAQIN), Hamim Thohari, kepada hidayatullah.com melalui pesan elektronik.
“Mohon segala salah dosa beliau dimaafkan,” lanjutnya.
YAQIN merupakan yayasan yang menaungi CSIL. Pihak YAQIN dan CSIL menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum.
Menurut Hamim, Karnaen Anwar merupakan sosok yang patut diteladani.
“Beliau adalah pejuang ekonomi syariah dengan keikutsertaannya dalam pendirian Bank Muamalat Indonesia,” ujar Hamim.
Selain itu, kata dia, almarhum Karnaen Anwar selama hidupnya juga mendirikan banyak koperasi syariah.
Karnaen Anwar, sebut informasi lain, juga dikenal sebagai tokoh yang sangat gigih membumikan konsep-konsep ekonomi syariah.
“Saya menjadi saksi pada hari-hari terakhir hidupnya, beliau masih ikut rapat CSIL hingga larut malam, padahal baru siang harinya pulang dari rumah sakit,” ujar Hamim.
Almarhum disemayamkan di rumah duka, Kompleks Ditjen Moneter No CC3, Kemanggisan, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Lalu dimakamkan di Pemakaman San Diego Hills Karawang setelah zuhur.
Penelusuran hidayatullah.com di laman resmi pemakaman itu, nama Karnaen Anwar Perwataatmadja (Zulkarnain Anwar), berusia 77 tahun, tercatat dalam daftar obituarium, yang dikebumikan pada tanggal 10 Juli 2017 pukul 01.00 WIB.*