Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Swiss Perketat Pembekuan Aset Bashar Assad dan Kroninya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Maret 2025 14:29 2:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Maret 2025 14:29
Bagikan
Bashar al-Assad dan istrinya, Asma
Bagikan

Hidayatullah.com– Swiss, hari Jumat (7/3/2025) memperketat pembekuan atas aset-aset Bashar Assad dan kroninya.

Pemerintah ingin memastikan bahwa, meskipun ada perkembangan terkait persanksian atas Suriah, tidak ada dana dari bekas pemerintahan Assad yang dapat keluar dari Swiss,” kata negara itu, yang dikenal sebagai tempat penyimpanan harta kekayaannya individu, perusahaan dan negara dari berbagai belahan dunia.

Swiss mengikuti Uni Eropa dalam pemberian sanksi terhadap Suriah pada 2011, yang mencakup kebijakan pembekuan aset.

“Di Swiss, aset senilai sekitar 99 juta franc Swiss ($112,5 juta) telah dibekukan, sekitar dua pertiganya terkait dengan anggota bekas pemerintahan al-Assad dan orang-orang dekatnya,” kata pemerintah Swiss, seperti dilansir AFP.

Bern mengatakan akan memberlakukan tindakan pembekuan tambahan terhadap aset-aset tersebut, “yang mungkin diperoleh secara ilegal, guna memastikan aset-aset tersebut tetap dibekukan terlepas dari adanya perkembangan yang terkait dengan sanksi.”

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Pengetatan ini berarti memungkinkan untuk dilakukannya pembekuan terhadap aset apapun yang diperoleh secara haram yang berkaitan dengan lima orang bekas pejabat Suriah era rezim Bashar Assad, imbuh pernyataan pemerintah Swiss tersebut.

Dengan demikian, aset-aset tersebut tidak dapat ditarik begitu saja dari Swiss tanpa terlebih dahulu melalui proses hukum dan peradilan.

Apabila di masa mendatang diketahui bahwa aset-aset itu didapat secara ilegal, maka Swiss akan mengembalikannya dengan cara yang akan menguntungkan kepentingan rakyat Suriah.

Kebijakan di atas menarget individu yang pernah memegang jabatan publik semasa keluarga besar Assad berkuasa, serta orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan mereka.

Bulan lalu, Uni Eropa melonggarkan sanksi atas sektor energi, transportasi dan perbankan Suriah dengan tujuan membantu negara itu membangun kembali negaranya setelah porak-poranda akibat perang saudara hampir 15 tahun, yang berakhir dengan keruntuhan rezim Assad.

Hari Kamis (6/3/2025), Inggris mencabut sanksi yang diberlakukan atas 24 entitas Suriah, termasuk Bank Sentral Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar assadSanksisuriahswiss
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turis ‘Israel’ Lari Terbirit-Birit Usai Diamuk Sekelompok ‘Ladyboy’ Thailand
Tulisan selanjutnya Sepatu 200 Pasang Ditemukan di Sebuah Krematorium Bawah Tanah di Meksiko

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?