Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Merusak Masyarakat Jepang akan Bubarkan Gereja Unifikasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Maret 2025 14:18 2:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Maret 2025 14:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Gereja Unifikasi (Unification Church) mendapatkan sorotan tajam sejak insiden pembunuhan mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe, dan tampaknya sebentar lagi gereja kontroversial yang dilahirkan di Korea Selatan itu anak dibubarkan oleh otoritas Jepang kerena merusak masyarakat.

Pihak berwenang pada Oktober 2023 mengatakan sedang berusaha untuk membubarkan sekte itu, yang didirikan di Korea Selatan dan disebut “Moonies” – merujuk pada nama pendirinya Sun Myung Moon.

Gereja itu dituduh menekan para pengikutnya untuk memberikan donasi hingga mereka bangkrut dan terlibat masalah finansial. Tidak hanya itu, ajaran gereja dituding menjadi penyebab banyak anak ditelantarkan. Moonies tentu saja membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

Media-media besar di Jepang mengabarkan bahwa pengadilan sepertinya akan segera mengeluarkan keputusan pencabutan legalitas sekte tersebut paling cepat bulan ini, lansir AFP Sabtu (15/3/2025).

Pencabutan legalitas berarti mengeluarkan gereja itu dari status pengecualian pajak dan menyatakannya sebagai entitas berbahaya.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Mantan perdana menteri Shinzo Abe – PM Jepang dengan masa jabatan terlama – ditembak mati saat melakukan kampanye politik pafa 2022, oleh seorang pria yang muak dengan Gereja Unifikasi.

Investigasi kasus pembunuhan Abe mengungkap keterkaitan erat antara sekte itu dengan banyak anggota parlemen dari kalangan konservatif yang berkuasa di Jepang, sehingga memicu pengunduran diri empat menteri.

Apabila legalitasnya sudah dicabut, Gereja Unifikasi masih dapat melanjutkan praktik peribadatan mereka, kata pengacara Katsuomi Abe.

Namun demikian, reputasinya akan menurun dan jumlah pengikutnya akan berkurang, kata Abe yang mewakili sejumlah bekas jemaat gereja itu yang berusaha menuntut kompensasi setelah mereka terlilit masalah keuangan karena memberikan donasi dalam jumlah besar kepada Gereja Unifikasi.

Jumlah donasi yang sudah diberikan kurun beberapa dekade diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS atau lebih.Sejak 2023, hampir 200 orang menuntut kompensasi total 5,7 miliar yen ($38,5 juta), menurut Abe dan sejumlah pengacara lainnya.

“Saya kira tidak ada organisasi lain yang menimbulkan kerusakan seperti itu” terhadap masyarakat Jepang, kata Abe kepada AFP.

Ini akan menjadi kali ketiga pembubaran sebuah organisasi keagamaan di Jepang. Sebelum ini dilakukan pembubaran terhadap sekte Aum Shinrikyo, yang anggotanya melepaskan gas saraf mematikan di kereta bawah tanah Tokyo 30 tahun lalu.

Aum akhirnya menyatakan bangkrut, tetapi dua kelompok penggantinya masih bebas beroperasi di Jepang.

Unification Church — yang resminya bernama Family Federation for World Peace and Unification — didirikan pada 1954.

Gereja ini menjadi dikenal di mancanegara pada 1970-an dan 1980-an, dengan rutinitas perkawinan massal yang digelar di stadion.

Kelompok-kelompok afiliasinya berhasil membuat rekaman video promosi sebuah acara tahun 2021 berisi “komentar positif” dari Donald Trump dan Shinzo Abe, yang bukan anggota gereja itu atau kelompok afiliasinya.

Pria tersangka pembunuhan Shinzo Abe, Tetsuya Yamagami, 44, memiliki dendam kesumat terhadap Gereja Unifikasi. Dia mengatakan kondisi finansial keluarganya morat-marit karena ibunya ditekan untuk memberikan donasi kepada Gereja Unifikasi hingga total mencapai 100 juta yen (setara $1 juta kala itu).

Yamagami, yang sekarang berada di dalam tahanan sambil menunggu proses persidangan, terancam hukuman mati apabila dinyatakan bersalah.

Yamagami dikabarkan pernah berusaha bunuh diri di masa lalu, sementara saudara lelakinya sudah mengakhiri hidupnya sendiri.

Paman mereka menceritakan bagaimana Yamagami saat kecil berulangkali menelepon minta tolong ketika ibunya meninggalkan anak-anaknya tanpa makanan demi berangkat menghadiri acara gereja.

Sejak insiden pembunuhan Abe, Gereja Unifikasi berjanji akan membatasi donasi “berlebihan”.

Jepang sejak lama menjadi pusat finansial bagi Gereja Unifikasi, yang mengajarkan jemaatnya mereka bahwa mereka harus menebus kesalahan pendudukan Jepang atas Korea pada masa perang dan menjual barang-barang mahal untuk memperoleh pengampunan dosa.

Seorang pria yang kedua orangtuanya menjadi anggota Gereja Unifikasi menceritakan, dalam sebuah pertemuan para pengacara belum lama ini, bahwa keluarganya tidak sanggup membeli perlengkapan sekolah bahkan terkadang tidak mandi, disebabkan uang mereka habis diberikan ke gereja.

Dia diajarkan untuk tidak berinteraksi dengan “setan” bukan anggota gereja sehingga dia merasa “kesepian dan terisolasi “. Dia mengatakan saudara lelakinya bunuh diri tahun lalu setelah mengalami gangguan kejiwaan selama bertahun-tahun.

Pembubaran tuntas gereja itu bisa memakan waktu lama, karena pastinya akan ada pengajuan banding di pengadilan dari kubu Gereja Unifikasi.

Para praktisi hukum memperingatkan bahwa kelompok itu kemungkinan akan memindahkan aset finansial mereka ke tempat lain. Antara lain karena UU yang mengaturnya, yang disahkan oleh partai penguasa pada 2023 dinilai terlalu lunak.

“Mereka sudah mengirimkan puluhan miliar yen setiap tahun ke markas besar mereka di Korea Selatan,” kata Abe.

Dia dan pengacara lainnya menyeru supaya legislasi tentang finansial organisasi semacam itu dipertegas, sehingga uangnya bisa dikembalikan ke para korban.

Likuidasi aset gereja akan sangat melelahkan dan membutuhkan waktu lama, kata Abe memperingatkan sementara korban terus dalam keadaan sengsara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gereja UnifikasiJepangKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ dan AS Diam-Diam Merayu Negara Afrika untuk Tampung Penduduk Gaza
Tulisan selanjutnya universitas prancis Universitas Prancis Buka Pintu Bagi Ilmuwan Amerika Serikat yang Dana Risetnya Dipotong Trump

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?