Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI dan Ormas Islam Tolak Rencana Prabowo Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 April 2025 08:20 8:20 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 April 2025 13:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mejelis Ulama Indonesia (MUI) dan perwakilan Organisasi Massa (Islam) menolak rencana pemerintah Indonesia yang akan mengevakuasi 1.000 warga Palestina di Gaza ke Indonesia.

Menurut Wakil Ketua MUI, Buya Anwar Abbas usulan pemerintah Indonesia itu sama halnya mendukung rencana AS dan penjajah ‘Israel’ mengusir warga Gaza dan Palestina dari Tanah Air mereka sendiri.

“Pertanyaannya untuk apa Indonesia ikut-ikutan mendukung rencana ‘Israel’ dan Amerika tersebut?,” ujarnya Buya Anwar Abbas  dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi, Kamis (10/4/2025).

Menurut Buya Abbas, mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia, sama halnya mengosongkan wilayah itu sehingga menjadikan penjajah lebih leluasa menguasai seluruh wilayah Palestina.

“Bukankah ‘Israel’ dan Donald Trump sudah menyampaikan keinginannya untuk mengosongkan Gaza sehingga dengan demikian ‘Israel’  bisa lebih leluasa menduduki dan menguasai wilayah tersebut lalu menempatkan warga negaranya ke daerah yang mereka duduki sehingga dalam waktu tertentu Gaza akan  menjadi  bagian dari negara ‘Israel’ Raya yang mereka cita-citakan,” tambah dia.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Menurutnya, indikasi ini sudah terjadi terhadap Kota Baitul Maqdis (Yerussalem). “Dahulu Yerussalem dikuasai oleh rakyat Palestina. Sekarang kota tersebut sudah diduduki oleh ‘Israel’ dan malah sudah dijadikan sebagai ibu kota negaranya,” tambahnya.

Ia berharap Indonesia belajar kepada sejarah dalam menghadapi manuver yang  dilakukan pihak penjajah ‘Israel’.

“Jangan sampai negara kita dikadalin oleh ‘Israel’ apalagi 5 negara yang akan dikunjungi oleh Prabowo tersebut adalah negara-negara yang punya hubungan baik dengan ‘Israel’ dan Amerika,” katanya lagi.

Menurutnya, jika Indonesia berkonsultasi dengan negara-negara tersebut maka sudah dapat dibayangkan apa yang akan terjadi. “Sebaiknya Prabowo jangan ikut-ikutan mengevakuasi rakyat Gaza ke Indonesia karena jika hal itu terjadi,  Prabowo  jangan mimpi ‘Israel’ akan mau menerima kembali warga Gaza yang sudah dievakuasi tersebut.”

MUI mengingatkan Prabowo akan tipu daya penjajah, sebagaimana pengalaman banga Indonesia dijajah cukup lama.

“Sebagai bangsa yang sudah kenyang dijajah selama 350 tahun maka kita harus tahu yang namanya penjajah itu punya 1001 cara dan tipu daya. Untuk itu kita sebagai bangsa jangan pula sampai tertipu oleh mulut manis mereka,” ujar Buya Anwar Abbas.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menilai kebijakan Prabowo Subianto untuk merelokasi 1.000 warga Gaza, Palestina ke Indonesia sebagai langkah yang blunder.

Gus Ulil menyebut, Prabowo telah melakukan kesalahan fatal jika relokasi warga Gaza itu benar-benar dilakukan.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla

Sebab merelokasi warga Gaza dari tanah kelahirannya ke luar Palestina sama saja dengan upaya mewujudkan mimpi Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu untuk mengusir warga Gaza, Palestina.

“Untuk isu ini (relokasi warga Gaza), saya mengatakan Pak Prabowo blunder, menurut saya itu tidak tepat. Jadi ya apa pun kita harus membantu dengan segala daya upaya untuk tetap membantu bangsa Palestina, terutama warga Gaza tetap di Gaza,” katanya seperti dikutip NU Online pada Kamis (10/4).

Menurut Gus Ulil, saat ini perjuangan warga Palestina dalam segi militeristik sudah sangat berat, bahkan terkesan mustahil.

“Perjuangan bangsa Palestina sekarang ini adalah bagaimana mereka tetap ada di Palestina terutama di Gaza, jangan sampai mereka lari keluar makanya proposal-proposal dari pihak mana pun yang ingin merelokasi warga Gaza keluar Palestina, itu akan sama saja bunuh diri bagi bangsa Palestina,” jelasnya.

Hidayatullah Masjid Al-Aqsha
Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr Nashirul Haq Lc MA di Depok, Jawa Barat.

Senada dengan MUI, Hidayatullah menyarankan Presiden Prabowo menarik kembali tawarannya akan membawa 1.000 warga Gaza ke Indonesia.

Dr. Nashirul Haq, Ketua Umum DPP Hidayatullah mengatakan warga Gaza sudah berkorban luar biasa demi kemerdekaannya. Kejahatan penjajah Zionis ‘Israel’ yang harus dihentikan dan dihukum, bukan warga Gaza yang harus meninggalkan tanah airnya.

“Seakan-akan menolong, tapi tawaran Presiden Prabowo itu bisa disalahartikan menikam perjuangan Palestina dari belakang,” ujar Nashirul Haq.

“Dengan hormat, kami sarankan Bapak Presiden menarik kembali tawarannya yang keliru itu, dan lebih aktif menolong Palestina seperti Presiden Soekarno ketika menolong rakyat Aljazair melawan penjajah Prancis 1964, dengan mengirim senjata sisa Operasi Pembebasan Irian Jaya,” tambahnya.

KH Dr M Cholil Nafis, Rais Syuriah PBNU

Sementara KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Muhammad Cholil Nafis, yang juga Rais Syuriah PBNU menilai evakuasi warga Gaza justru bisa memperkuat pengusiran warga Gaza dari tanahnya sendiri.

Ia menegaskan bahwa solusi utama adalah menghentikan invasi ‘Israel’, bukan memindahkan rakyat Gaza.

“Saya tidak setuju evakuasi warga Gaza ke Indonesia karena masalahnya bukan warga Gaza tapi karena ‘Israel’ yang menyerang dan tak patuh perjanjian. Maka ‘Israel’ yang dihentikan menyerangnya. Apa ada jaminan mereka warga Gaza yang keluar bisa balik lagi? Bukankah mereka sengaja dikeluarkan untuk memasukan ‘Israel’ ke Palestina,” ujarnya melalui akun Instagramnya.

Menurut Cholil Nafis, apa yang dikemukakan ini adalah fakta. Buktinya banyak warga Palestina sendiri tidak bisa kembali ke tanah airnya. “Kalau itu yang akan dievakuasi anak-anak dan orang tua bukankah diobati di tempat terdekat itu lebih baik. Sebagai muslim dan manusia tentu kita simpati dan empati kepada warga Palestina tapi caranya bukan mereka dijauhkan dan dikeluarkan dari negerinya,” ujarnya.

Mengeluarkan mereka dari negerinya apalagi ke tempat yang jauh dengan dalih apapun malah akan memuluskan invasi ‘Israel’ ke Gaza. “Terbukti Tanah Palestina makin hari terus mengecil karena dijajah dan dirampas ‘Israel’,” katanya.

Sementara itu, ia juga mengabarkan, MUI terus berupaya menggalang dana guna membantu Palestina lewat program “Membasuh Luka Palestina 2025”. Alhamdulillah sejauh ini berhasil mengumpulkan dana Rp 4 miliar selama Ramadan.

Ketua panitia Abdul Jabbar menyatakan, penggalangan dana akan terus berlanjut hingga Palestina merdeka. MUI menegaskan dukungan penuh bagi perjuangan rakyat Palestina melalui aksi nyata.

Belum lama ini Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi proses evakuasi warga Gaza ke Indonesia. Hal tersebut disampaikan melalui pers yang disiarkan melalui kanal YouTube @SekretariatPresiden.

“Kami siap mengevakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu, siapapun yang boleh pemerintah Palestina dan pihak-pihak yang terkait disitu mereka ingin dievakuasi ke Indonesia, kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk mengangkut mereka. Kita memperkirakan mungkin jumlahnya sekitar seribu orang untuk gelombang pertama,” ujarnya.

Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada persetujuan dari semua pihak terkait. Untuk mendapatkan dukungan atas rencana ini harus melawat ke lima negara di Timur Tengah. Negara-negara yang akan dikunjungi antara lain Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Mesir, Qatar, dan Jordania.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:evakuasi warga GazaHeadlineindonesiaisraelMejelis Ulama IndonesiaMUIormas IslampalestinaPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya India Dituduh Lakukan Perampasan Tanah dalam Perubahan UU Wakaf Anti-Muslim
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Tolak Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Skenario Penjajah Kuasai Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

2 Juni 2026 17:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?