Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(Video) Masjid Berusia 50 Tahun di Wilayah India Ini Dihancurkan Ditonton Polisi  

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 April 2025 13:54 1:54 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 April 2025 13:53
Bagikan
Sebuah masjid berusia 50 tahun bernama Masjid Aqsa di distrik Faridabad, Haryana, India dihancurkan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah masjid berusia 50 tahun bernama Masjid Aqsa di distrik Faridabad, Haryana, India dihancurkan oleh perusahaan kota pada tanggal 15 April 2025 lalu.

Masjid Aqsa, yang kasusnya sedang menunggu keputusan Mahkamah Agung, dihancurkan secara sewenang-wenang oleh perusahaan kota di tengah kehadiran polisi yang banyak, termasuk tiga asisten komisaris polisi, di distrik Faridabad, Haryana, yang memicu kemarahan publik di antara komunitas Muslim setempat.

A 50-year-old mosque, Aqsa Masjid, whose case is pending in the Supreme Court, was arbitrarily demolished by the municipal corporation amidst heavy police presence, including three assistant commissioners of police, at Haryana's Faridabad district, sparking public outcry among… pic.twitter.com/i52cEET7yT

— The Siasat Daily (@TheSiasatDaily) April 16, 2025

Terletak di desa Badkhal, masalah dugaan penyerobotan masjid itu masih menunggu putusan Mahkamah Agung. Warga setempat yang marah mengungkapkan kemarahan yang mendalam dan menuduh pemerintah distrik bertindak tergesa-gesa dalam aksi pembongkaran itu.

“Ini sangat menyedihkan. Tidak ada keputusan akhir dari Mahkamah Agung. Mengapa mereka merobohkannya?” tanya Mushtaq, seorang penduduk setempat, dikutip The Siasat Daily.

“Pertama-tama mereka merobohkan beberapa toko kecil, lalu mereka mendatangi masjid kami. Itu disengaja. Kami bahkan tidak diberi waktu,” katanya menambahkan.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Menjelaskan tentang keberadaan masjid yang sudah ada selama puluhan tahun, Mushtaq berkata, “Masjid ini dibangun di atas tanah yang disumbangkan oleh mantan kepala desa, lima dekade lalu. Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 600 hingga 700 meter persegi, dalam bangunan berukuran 40 x 80 kaki persegi,” ujarnya.

Menurut Mushtaq, selama puluhan tahun awal, masjid ini berdiri dengan damai, hingga datanglah kasus sengketa tanah yang sudah berlangsung lebih dari 25 tahun.

“Baru-baru ini perusahaan kota mulai menyebutnya illegal,” ujarnya,  menambahkan, masyarakat menolak klaim pemerintah kota tersebut.

Pihak berwenang punya cerita yang berbeda. “Ini bukan keputusan yang tiba-tiba. Kami bertindak sesuai dengan perintah hukum,” kata seorang pejabat senior perusahaan kota berdalih.

“Masjid ini adalah satu dari beberapa bangunan ilegal yang diidentifikasi di tanah publik,” kata pejabat itu.

‘Politik Bulldozer”

“Politik Bulldozer” telah memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan infrastruktur di seluruh dunia beberapa tahun belakangan ini.

Mesin-mesin modern ini telah berperan penting dalam pembangunan pusat-pusat teknologi besar, pusat-pusat komunitas, dan pasar-pasar di India, untuk menargetkan dan menindas suatu komunitas Muslim.

Pembongkaran tanpa pemberitahuan  terhadap rumah-rumah penduduk Muslim atau masjid menjadi populer setelah Yogi Adityanath (yang kini popular disebut “Bapak Bulldozer”)terpilih sebagai Kepala Menteri Uttar Pradesh.

Gagasan ini kemudian langsung menyebar ke berbagai negara bagian di India, seperti: Delhi, Madhya Pradesh, Haryana, Uttarakhand, Assam, dan Maharashtra.

Pada bulan Juni 2022, pihak berwenang di kota Prayagraj di Uttar Pradesh – yang sebelumnya dikenal sebagai Allahabad – menghancurkan rumah aktivis dan pemimpin masyarakat Javed Mohammed. Ia didakwa berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional dan dicap sebagai “dalang” kekerasan yang meletus di Prayagraj bulan itu, menyusul pernyataan menghina oleh juru bicara BJP saat itu, Nupur Sharma, terhadap Nabi Muhammad.

Tahun 2023, di Nuh,  kota di negara bagian Haryana, India utara, lebih dari 1.000 rumah, gubuk, dan usaha kecil Muslim dihancurkan pihak berwenang.

Pada bulan Juni 2024, lebih dari 1.000 keluarga Muslim digusur untuk proyek pembangunan tepi sungai Kukrail di Lucknow.

“Penghancuran properti Muslim yang melanggar hukum oleh otoritas India, yang disebut sebagai ‘keadilan buldozer’ oleh para pemimpin politik dan media, adalah tindakan yang kejam dan mengerikan. Penggusuran dan perampasan seperti itu sangat tidak adil, melanggar hukum, dan diskriminatif. Tindakan itu menghancurkan keluarga—dan harus segera dihentikan,” kata Agnès Callamard, Sekretaris Jenderal Amnesty International dalam sebuah laporan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:distrik FaridabadHaryanaHeadlineIndiaMasjid AqsaPolitik Bulldozer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Paus Fransiskus
Tulisan selanjutnya Rebutan  “Air Berkah”, ternyata Bocoran Pipa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?