Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pakar Vatikan: Paus Baru Harus Mampu Meredam Perpecahan di Internal Gereja

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Mei 2025 00:37 12:37 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Mei 2025 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Seorang analis Vatikan mengatakan para kardinal berada di bawah tekanan untuk memilih paus baru yang mampu menjembatani perpecahan yang semakin besar antara reformis dan konservatif Gereja.

Masa berkabung untuk Paus Fransiskus, yang meninggal pada tanggal 21 April, berakhir pada tanggal 4 Mei. Semua mata kini tertuju pada Dewan Kardinal, yang akan berkumpul di Kapel Sistina pada tanggal 7 Mei untuk memilih paus berikutnya.

“Ini adalah konklaf yang sangat dramatis,” kata jurnalis dan penulis Italia Marco Politi kepada Anadolu. “Gereja tidak pernah terpecah seperti sekarang dalam 50 tahun terakhir,” imbuhnya.

Politi mengatakan bahwa kepausan reformis Paus Fransiskus, yang ditandai dengan adanya pendekatan ke komunitas yang terpinggirkan dan dorongan untuk transparansi dan akuntabilitas, menghadapi perlawanan terus-menerus dari faksi-faksi ultra-konservatif. Dalam pesan publik terakhirnya sebelum kematiannya, Fransiskus mengakui ketegangan ini dan menyerukan persatuan.

Politi mengatakan bahwa setelah satu dekade penolakan internal, Paus berikutnya haruslah seseorang yang dapat “membawa persatuan,” meskipun ia memperingatkan bahwa para kardinal — khususnya mereka yang berasal dari luar Eropa — sering kali tidak memiliki ikatan pribadi yang kuat, sehingga mempersulit konsensus.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Sejumlah nama dikabarkan menjadi calon paus berikutnya, seperti Kardinal Pietro Parolin, Patriark Pierbattista Pizzaballa, dan Kardinal Matteo Maria Zuppi. Politi mencatat bahwa sebelum keputusan apa pun dibuat, para kardinal harus terlebih dahulu menyetujui agenda dan prioritas yang akan membentuk arah Gereja.

Jurnalis Italia Giovanna Chirri, yang mengabarkan berita pengunduran diri Paus Benediktus XVI pada tahun 2013, mengatakan konklaf tersebut merupakan momen yang sangat penting.

“Paus berikutnya harus meneruskan warisan Fransiskus sekaligus menyatukan berbagai faksi,” kata Chirri.

Ia menambahkan bahwa meskipun pembalikan total reformasi Fransiskus tidak mungkin terjadi, paus baru tersebut mungkin akan menggunakan nada yang lebih lunak dan gaya yang tidak terlalu tegas.

“Jika selama kongregasi mereka berhasil mencapai kesepakatan tentang masalah yang akan dibahas, maka mereka dapat segera menemukan nama,” kata Chirri. “Itu bisa berlangsung hingga 3–4 hari. Namun, saya rasa tidak akan memakan waktu lebih lama dari itu.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejaKonklafPemilihan Pausvatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rudal Yaman Hantam Kompleks Bandara, Sejumlah Maskapai Internasional Batalkan Rute ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Aplikasi Ustadzku Upaya Menjawab Tantangan Zaman di Era Digital

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

15 Juli 2026 09:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?