Hidayatullah.com– Pihak berwenang Arab Saudi, hari Selasa (4/6/2025), mengimbau para jamaah haji untuk tetap berada di tenda-tenda mereka saat wukuf di Arafah, karena suhu udara belakang ini tergolong tinggi.
Menteri Haji dan Umrah Tawfiq al-Rabiah meminta supaya jamaah tidak keluar tenda antara pukul 10:00 dan 16:00 pada hari Kamis yang bertepatan dengan hari Arafah, guna menjaga kesehatan dan menghindari dampak sengatan panas matahari, lapor Saudi Press Agency (SPA).
Di Arafat hampir tidak ada tempat berteduh, sehingga para jamaah haji mau tidak mau akan terpapar langsung terik matahari gurun selama berjam-jam.
“Kami mengimbau supaya para jamaah tidak naik ke gunung atau tempat-tempat tinggi di Arafah, karena aktivitas itu menguras kekuatan fisik dan meningkatkan risiko tersengat panas,” kata Menteri Kesehatan Arab Saudi dalam pernyataan terpisah seperti dilansir SPA.
Suhu udara di tempat-tempat suci tahun ini diperkirakan akan melebihi 40 derajat celsius.
Tahun lalu, sebanyak 1.301 jamaah haji meninggal dunia ketika suhu udara mencapai 51,8 derajat Celsius. Menurut data resmi, sebagian besar dari mereka adalah jamaah haji ilegal alias tidak berizin.
Guna menekan angka kematian akibat masalah yang sama, tahun ini Arab Saudi mengerahkan lebih dari 40 badan pemerintah dan 250.000 aparat. Area berpeneduh diperluas menjadi 50.000 meter persegi, ribuan tenaga medis disiagakan dan lebih dari 400 unit pendingin udara dipasang, kata al-Rabiah kepada AFP pekan lalu.
Per hari Ahad, lebih dari 1,4 juta orang sudah tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji, menurut pejabat terkait.*




