Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Trump Berlakukan Larangan Perjalanan, Taliban Minta WN Afghanistan ‘Pulang’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Juni 2025 06:13 6:13 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Juni 2025 05:58
Bagikan
Sholat berjamaah afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemerintah Taliban mendesak warga negara Afghanistan yang ingin berimigrasi ke Amerika Serikat untuk pulang, setelah Donald Trump memperketat persyaratan masuk.

Daftar isi
  • Melarikan diri dari konflik
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Presiden AS Donald Trump pada pekan ini mengumumkan larangan perjalanan menargetkan 12 negara, termasuk Afghanistan, yang menurutnya kurang “kompeten” dalam memproses paspor dan pemeriksaan.

Menanggapi pernyataan Trump, Perdana Menteri Afghanistan Hassan Akhund mendesak warganya untuk kembali ke negara mereka. Ia mengatakan pihaknya akan memberi perlindungan bahkan jika mereka pernah bekerja dengan pasukan AS dalam perang selama dua dekade melawan Taliban.

“Bagi mereka yang khawatir bahwa Amerika telah menutup pintunya bagi warga Afghanistan… Saya ingin memberi tahu mereka, ‘Kembalilah ke negara Anda, bahkan jika Anda telah melayani Amerika selama 20 atau 30 tahun untuk tujuan mereka, dan menghancurkan sistem Islam’,” kata Akhund dalam pidato pada hari raya Idul Adha, yang disiarkan oleh media pemerintah.

“Anda tidak akan menghadapi penindasan atau masalah,” katanya, sambil meyakinkan bahwa Pemimpin Tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada telah “memberikan amnesti untuk semua orang”.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Melarikan diri dari konflik

Setelah naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2021, otoritas Taliban mengumumkan amnesti bagi warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan dan pemerintah yang didukung Barat.

Warga Afghanistan berbondong-bondong mengungsi ke negara-negara tetangga selama beberapa dekade konflik, tetapi penarikan pasukan pimpinan AS yang kacau menyebabkan gelombang pengungsi baru yang mengkhawatirkan pembatasan pemerintah Taliban dan pembalasan karena bekerja dengan Washington.

Amerika Serikat tidak memiliki kedutaan besar yang berfungsi di Afghanistan sejak tahun 2021, dan warga Afghanistan harus mengajukan visa di negara ketiga, terutama Pakistan.

Sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, warga Afghanistan secara bertahap melihat peluang mereka untuk bermigrasi ke AS atau tinggal di sana semakin mengecil.

Perintah pemerintahan Trump telah mengganggu jalur pengungsi dan mencabut perlindungan hukum para imigran, termasuk Afghanistan, dari deportasi mulai bulan Juli.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanASDonald TrumpLarang PerjalananTalibanTravel Ban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ronaldo Beri Sinyal Sepertinya Tetap di Al-Nassr
Tulisan selanjutnya Ribuan Pendukung Palestina akan Berkonvoi Menuju Rafah, Desak Akses Bantuan Kemanusiaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?