Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ribuan Pendukung Palestina akan Berkonvoi Menuju Rafah, Desak Akses Bantuan Kemanusiaan

Ribuan aktivis pro-Palestina dari 31 negara ini akan bergabung dengan ribuan orang lainnya yang berangkat dari Tunisia menuju perbatasan Rafah di Mesir untuk menuntut akses kemanusiaan ke Gaza yang terkepung.

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Juni 2025 08:11 8:11 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Juni 2025 08:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Gerakan massa, yang akan dilaksanakan pada tanggal 12-20 Juni akan dimulai di Kairo dan bertujuan untuk membuka blokade bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah.

Daftar isi
  • Belum ada respon dari Mesir
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Aksi yang dinamai Pawai Global ke Gaza, merupakan gerakan masyarakat sipil yang melibatkan lebih dari 150 LSM. Penyelenggara mengatakan gerakan tersebut sepenuhnya independen, apolitis, dan didorong oleh nilai-nilai universal keadilan, martabat manusia, dan perdamaian.

“Kami membentuk koalisi internasional dari lebih dari 150 organisasi di 31 negara. Kali ini kami akan berbaris ke Rafah untuk menekan lembaga-lembaga internasional agar memenuhi tugas mereka,” kata Dr. Huseyin Durmaz, seorang dokter di Türkiye dari LSM Inisiatif Kesehatan Internasional kepada Anadolu.

Gerakan tersebut akan dimulai pada tanggal 12 Juni di Kairo, tempat para delegasi akan berkumpul sebelum melakukan perjalanan ke al-Arish.

Pada tanggal 13 Juni, mereka akan memulai pawai sejauh 48 km menuju Rafah, yang berpuncak pada unjuk rasa massal pada tanggal 14 dan 15 Juni. Para demonstran berencana untuk tetap berada di tenda-tenda perkemahan di dekat perbatasan hingga tanggal 19 Juni.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Penyelenggara memperkirakan antara 2.500 dan 3.000 peserta akan bergabung, meskipun tidak ada batasan resmi. Konvoi tersebut tetap berlangsung damai, dengan penyelenggara menekankan bahwa mereka tidak akan mencoba untuk melanggar perbatasan.

“Kami tidak akan memaksakan penghalang apa pun,” kata Durmaz. “Tujuan kami adalah untuk membuka Rafah secara damai melalui tekanan sipil dan cara-cara hukum.

Belum ada respon dari Mesir

Pihak berwenang Mesir belum memberikan izin resmi untuk aksi tersebut, tetapi komunikasi diplomatik sedang berlangsung.

Penyelenggara bersikeras bahwa tujuan mereka adalah bekerja sama dengan kedutaan besar, LSM, dan kelompok kemanusiaan untuk membangun koridor bantuan yang aman dan berkelanjutan.

Pawai tersebut dilakukan di tengah kondisi yang buruk di Gaza. Sejak 2 Maret, Israel telah menutup semua jalur penyeberangan ke jalur tersebut, yang memicu kelaparan yang meluas dan runtuhnya sistem kesehatan. Badan-badan bantuan melaporkan bahwa seluruh wilayah sekarang tidak dapat diakses, dengan makanan dan obat-obatan diblokir.

Pasukan Israel melanjutkan operasi skala penuh pada 18 Maret setelah gencatan senjata singkat, dengan sedikitnya 3.613 warga Palestina tewas sejak saat itu. Jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak Oktober 2023 kini telah melampaui 53.700, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Penyelenggara pawai mengatakan kehadiran simbolis dan nyata dari ribuan warga sipil yang damai akan membantu menekan badan-badan internasional untuk bertindak. “Ini bukan hanya tentang uang,” demikian bunyi pernyataan dari gerakan tersebut. “Ini tentang menciptakan tekanan moral. Jika negara gagal, maka rakyat harus turun tangan.”

Penyelenggara juga mengklarifikasi bahwa gerakan ini tidak memiliki pendanaan pusat dan bahwa para peserta mendanai sendiri kegiatannya. Untuk menjaga independensi dan transparansi, tidak ada donasi atau penggalangan dana secara daring.

Mesir, bersama Israel, telah menutup transportasi barang dan manusia masuk dan keluar dari Jalur Gaza, khususnya sejak Hamas memenangkan pemilu di wilayah tersebut pada tahun 2007.

Mesir telah mempertahankan kontrol ketat atas penyeberangan Rafah, sering kali menutupnya atau membatasinya secara ketat untuk waktu yang lama. Penyeberangan tersebut merupakan penghubung utama Gaza ke dunia luar bagi orang-orang, karena barang biasanya masuk melalui penyeberangan yang dikontrol ‘Israel’ seperti Karem Shalom.

Mesir membatasi perjalanan untuk kasus-kasus tertentu, seperti keadaan darurat medis, pelajar, atau warga negara asing, dan memerlukan izin, yang seringkali sulit diperoleh.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bantuan kemanusiaanblokade GazakonvoiMesirpalestinaRafah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sholat berjamaah afghanistan Trump Berlakukan Larangan Perjalanan, Taliban Minta WN Afghanistan ‘Pulang’
Tulisan selanjutnya Mendobrak Blokade, Ribuan Aktivis Pro-Palestina Berkonvoi Menuju Gaza dari Tunisia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?