Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Geledah Tas dan CCTV Bukan Solusi Tindak Kekerasan di Sekolah Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juni 2025 22:23 10:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Juni 2025 06:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Penggeledahan tas, pemasangan kamera pengawas (CCTV) dan gerbang tidak akan menyelesaikan masalah tindak kekerasan yang terjadi di sekolah-sekolah di Prancis. Demikian dikatakan seorang perwakilan serikat guru kepada Euronews, menyusul insiden penikaman maut atas seorang asisten pengajar oleh seorang siswa berusia 14 tahun di kota kecil Nogent di bagian timur laut Prancis.

Pelajar laki-laki itu menikam berkali-kali asisten pengajar yang berusia 31 tahun ketika dilakukan pemeriksaan tas di Sekolah Françoise Dolto di Nogent, dekat Dijon, pada hari Selasa (10/6/2025), kata pihak berwenang setempat.

Seorang petugas kepolisian yang ikut melakukan penggeledahan tas mengalami luka ringan saat meringkus pelaku. Pelajar itu sekarang sedang diperiksa polisi, menurut Prefektur Haute-Marne. Belum diketahui apa motif pelaku.

“Kami sangat berduka. Seluruh masyarakat berduka, seluruh negara berduka,” kata Maxime Reppert, wakil presiden Persatuan Nasional Sekolah Menengah dan Pendidikan Tinggi (SNLAC).

“Di balik kesedihan, ada kemarahan dan kekesalan, karena sayangnya ini bukan pertama kalinya darah tertumpah di sekolah,” kata Reppert kepada Euronews.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Meskipun insiden maut di sekolah-sekolah Prancis masih jarang terjadi, ada kekhawatiran yang berkembang tentang kekerasan di lingkungan sekolah. Pemerintah memberlakukan pemeriksaan tas dan berjanji untuk memberikan “efek jera yang lebih kuat dan hukuman yang lebih berat” setelah seorang remaja berusia 17 tahun ditikam hingga tewas di luar sebuah kampus saat terjadi konfrontasi antara geng-geng yang bermusuhan di daerah Essonne pada bulan Maret.

Antara akhir Maret dan akhir Mei, sebanyak 6.000 pemeriksaan tas yang dilakukan menghasilkan penyitaan 186 pisau dan penangkapan 32 orang, menurut Kementerian Pendidikan Prancis.

Perdana Menteri Francois Bayrou mengatakan kepada anggota parlemen pada hari Selasa bahwa pemerintah “bermaksud untuk melakukan eksperimen dengan pengadaan gerbang keamanan di pintu masuk sekolah”.

Namun, menurut Reppert masalah tindak kekerasan yang dilakukan pemuda tidak akan dapat diselesaikan dengan cara penggeledahan tas, pemasangan kamera oengawas dan pintu gerbang saja. Dia menekankan perlunya perhatian lebih terhadap masalah kesehatan mental para pemuda, serta pendidikan bagi keluarga pelajar.

“Kami yakin bahwa sekolah tidak dapat melakukan semuanya. Kita perlu membuat keluarga siswa untuk lebih bertanggung jawab dan membantu para orangtua yang memerlukannya,” imbuhnya.

Reppert juga mengatakan pihak berwenang di Prancis seharusnya tidak menjadikan usia tersangka pelaku sebagai alasan untuk “memaklumi” kasus tindak kekerasan oleh remaja.

“Kami menyakini bahwa seorang anak berusia 15 tahun yang memiliki senjata dan melakukan tindak kejahatan harus dihukum. Dia tahu apa yang dia lakukan pada usia tersebut,” kata Reppert.

“Kita perlu membuat para pemudik lebih bertanggung jawab dan kita perlu memulihkan otoritas, otoritas orang dewasa, otoritas para guru”, imbuhnya.

Jaksa wilayah Denis Devallois mengatakan tersangka tidak memiliki catatan kepolisian.

Menteri Pendidikan Prancis Elisabeth Borne mengatakan bahwa anak lelaki tersebut pernah menjadi perwakilan siswa dalam program anti perundungan di sekolahnya, dan sempat diskors beberapa waktu lalu karena mengganggu kelas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Prancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahkamah Agung Kukuhkan Vonis Pidana Korupsi Bekas Presiden Argentina Cristina Fernández
Tulisan selanjutnya Analis CIA Pembocor Rencana Serangan Israel Dihukum 3 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?