Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Akal dalam Islam: Amanah Ilahi, Bukan Sekadar Alat Logika

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Juni 2025 16:49 4:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Juni 2025 16:52
Bagikan
Dosen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Dr Syamsuddin Arif
Bagikan

Hidayatullah.com—Cendekiawan Muslim dan pemikir Islam, Dr. Syamsuddin Arif, MA., mengupas peran akal dan rasionalitas dalam ajaran Islam dalam kajian Subuh di Masjid Sultan Alauddin, Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah, Kota Makassar, belum lama ini.

Dengan tema “Akal dan Rasionalitas dalam Islam”, dosen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor itu menegaskan bahwa akal dalam pandangan Islam bukan sekadar instrumen berpikir logis, melainkan amanah ilahi yang sarat dimensi moral dan spiritual.

“Akal secara bahasa berarti mengikat, menahan, dan mengingat. Sementara secara istilah, akal adalah kemampuan untuk memahami hakikat sesuatu, membedakan yang benar dan salah, serta menuntun manusia kepada kebaikan,” ungkap Dr. Syamsuddin di hadapan jamaah yang hadir, termasuk Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA., dan sejumlah akademisi senior Universitas Muslim Indonesia.

Akal: Bagian dari Fitrah dan Ilmu

Menurut alumnus universitas terkemuka di Malaysia dan Jerman itu, para ulama ushul fiqh menyamakan akal dengan ilmu. Maka orang yang berakal adalah orang yang berilmu. Bahkan, sebagian pengetahuan telah Allah tanamkan dalam diri manusia sejak lahir, sebagai bagian dari fitrah.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Sebagian pengetahuan dasar dalam diri manusia tidak didapat melalui pendidikan formal. Ini menunjukkan bahwa akal adalah bagian dari fitrah yang harus dijaga dan diarahkan,” jelasnya.

Tanggung Jawab Akal dalam Islam

Anggota Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan MUI Pusat ini menekankan bahwa akal dalam Islam memiliki fungsi lebih dari sekadar nalar logis. Akal yang sehat harus mampu membimbing manusia untuk beriman dan beramal saleh.

“Keimanan yang kokoh dan amal saleh yang konsisten adalah buah dari akal yang digunakan dengan benar. Dalam Al-Qur’an, Allah selalu menyandingkan iman dan amal saleh, yang merupakan indikator orang-orang berakal,” ujarnya.

Mengutip pembagian klasik ulama salaf, ia menjelaskan tiga kategori manusia berdasarkan penggunaan akal, pertama, ‘Āqil (عاقل): Orang yang menggunakan akalnya dengan benar, mengenali kebenaran dan mengikutinya. Kedua, ghāfil (غافل): orang lalai, yang tahu kebenaran tapi memilih mengabaikannya.

Dan ketiga, jāhil (جاهل), orang bodoh, yang tidak tahu atau menolak kebenaran. “Kita perlu merenung, di manakah posisi kita? Islam memandang akal berasal dari qalb (hati), bukan hanya otak. Karena itu, kebersihan hati adalah syarat utama kecemerlangan akal,” jelasnya lagi, mengutip pernyataan klasik: “al-‘aqlu ‘amalu al-qalbi, la ālah wa lā jawhar fā‘il.”

Syubhat dan Syahwat: Ancaman Bagi Akal

Lebih lanjut, Dr. Syamsuddin menyebutkan bahwa tantangan terbesar bagi akal adalah syubhat (kerancuan pemikiran) dan syahwat (dorongan hawa nafsu). Keduanya bisa merusak fungsi akal, sehingga manusia kehilangan kemampuan menimbang kebenaran.

“Orang yang akalnya dikalahkan oleh nafsunya, maka hewan pun lebih baik darinya. Karena hewan tidak diberi akal, sedangkan manusia diberi tetapi tidak digunakan,” pungkasnya.

Kajian ini dimoderatori oleh Ustadz Waspada Santing, salah satu pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sulsel, yang menyampaikan bahwa diskusi seperti ini penting untuk membangun kembali kesadaran umat Islam tentang peran akal dalam beragama secara utuh.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akalamanah ilahiberpikir logisislammoralspiritual
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPA Aceh Bahas Pembatasan Penggunaan Android Anak demi Kesehatan Mental
Tulisan selanjutnya Serangan Balasan: Drone Militer Iran di Atas Irak Menuju ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?