Hidayatullah.com – Gerakan akar rumput yang aktif menyerukan boikot terhadap ‘Israel’, Boikot Divestasi dan Sanksi (BDS) Malaysia menolak penunjukan Nick Adams sebagai dubes Amerika Serikat (AS) untuk Negeri Jiran.
BDS Malaysia menyebut Nick Adams, yang akan menggantikan Edgard D. Kagan, secara terang-terangan bertindak sebagai pendukung setia rezim Zionis yang saat ini melakukan perang genosida terhadap warga Palestina di Gaza.
“Tuan Nick Adams adalah pendukung kuat rezim Zionis yang saat ini sedang melakukan kejahatan genosida di Gaza. Ia secara terbuka menyatakan kebanggaannya karena berhasil menekan sebuah restoran di Amerika Serikat untuk memecat seorang pelayan hanya karena ia mengenakan pin bertuliskan ‘Bebaskan Palestina,'” kata BDS Malaysia dalam press release yang diterima Hidayatullah.com pada Senin (14/07/2025).
Selain sebagai pendukung zionis ‘Israel’, BDS Malaysia juga menyebut Nick seringkali menyampaikan komentar negatif terhadap pendukung Islam.
“Penentangannya terhadap upaya ‘mengajarkan Islam di sekolah, (juga membuktikan) ia jelas-jelas seorang Islamofobik,” lanjut BDS.
“Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah Malaysia untuk menolak penempatannya di Malaysia jika Senat AS mengesahkan pencalonannya,” desak BDS.
Pemerintah dan masyarakat Malaysia merupakan pendukung kuat perjuangan Palestina. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, bahkan dengan tegas menyatakan negaranya akan tetap mengakui kelompok perlawanan Palestina Hamas sebagai pejuang kemerdekaan.
Anwar Ibrahim bahkan tidak peduli pandangan Barat atau negara manapun dan menolak tekanan Barat untuk menetapkan Hamas sebagai kelompok teror.
“Saya ingin Malaysia masuk dalam peta sejarah di antara negara-negara yang lebih konsisten dan sungguh-sungguh memperjuangkan rakyat Palestina,” kata Anwar di depan puluhan ribu warga Malaysia yang mengadiri “Himpunan Pembebasan Palestin” pada Ahad (05/08/2024).*




