Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Zakir Naik Tolak Monetisasi Dakwah: Simak Biaya Siaran Peace TV

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Juli 2025 22:40 10:40 pm
Ahmad
Dipublikasikan 20 Juli 2025 22:38
Bagikan
Siaran LIVE Peace TV dr Zakir Naik
Bagikan

Hidayatullah.com—Di balik ceramah-ceramah yang disampaikan dengan jernih, visual sinematik, dan terjemahan multibahasa dari Peace TV, tersimpan biaya operasional fantastis.

Dr. Zakir Naik, pendakwah internasional asal India yang dikenal lewat debat-debat terbuka dan penyampaian logis-akademis tentang Islam, telah membangun salah satu jaringan dakwah media terbesar dunia.

Menurut berbagai laporan media dan data industri satelit, biaya operasional Peace TV dan seluruh ekosistem medianya mencapai antara USD 5 hingga 10 juta per tahun, atau sekitar Rp 80–160 miliar. Dana ini mencakup produksi konten, sewa satelit, pembuatan aplikasi, sistem digital, hingga tim penerjemah.

Siapa yang Menonton?

Peace TV ditonton oleh sekitar 200 juta penonton secara kumulatif di lebih dari 150 negara. Jumlah ini berasal dari siaran langsung melalui satelit di Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, serta distribusi digital melalui YouTube, aplikasi Android-iOS, dan situs web resmi.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Meskipun Peace TV sempat dilarang tayang di India, Inggris, dan beberapa negara karena kontroversi isi ceramahnya, saluran ini tetap aktif mengudara melalui siaran satelit dan platform digital hingga kini.

Bahkan, sejak Dr. Zakir Naik menetap di Malaysia, kegiatan produksi diperluas hingga Asia Tenggara.

Sebagian besar penontonnya berasal dari: India, Pakistan, Bangladesh – tempat lahirnya basis awal Peace TV,  Timur Tengah dan Afrika Utara – termasuk Arab Saudi, UEA, dan Mesir,  Malaysia dan Indonesia – dua negara dengan penetrasi digital tinggi dan minat besar pada ceramah-ceramah Zakir Naik, komunitas diaspora Muslim di Eropa, Amerika, dan Australia.

Peace TV mengoperasikan empat saluran bahasa: Peace TV English, Peace TV Urdu, Peace TV Bangla, dan Peace TV Arabic. Keempatnya menyiarkan ceramah Zakir Naik dan para dai terafiliasi 24 jam nonstop.

Studio Futuristik dan Kamera 8K

Peace TV menjadi pelopor media dakwah dengan penggunaan kamera beresolusi 8K dan sistem rekaman multi-kamera sebanyak 14 hingga 16 unit per acara.

Kamera-kamera ini, seperti RED Weapon dan Sony CineAlta, biasa dipakai dalam industri film Hollywood, dengan harga per unit mencapai USD 200.000–250.000 (sekitar Rp 3–4 miliar).

Studio Peace TV dirancang menyerupai auditorium modern dengan pencahayaan profesional dan tampilan visual futuristik. Bahkan, sejak 2019, Peace TV mulai memperkenalkan siaran dengan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Set, sesuatu yang sangat jarang digunakan dalam televisi keagamaan.

Studio, Editing, Satelit hingga Dubber Profesional

Untuk menjangkau penonton global, setiap ceramah Zakir Naik dan ustaz lainnya diterjemahkan secara simultan ke dalam empat bahasa. Proses ini memerlukan tim editor, penerjemah, dan dubber profesional dari berbagai negara.

Selain itu, Peace TV menyewa kapasitas satelit di beberapa wilayah, seperti:    AsiaSat 7 (Asia Tenggara dan Selatan),  Nilesat (Timur Tengah dan Afrika Utara), Galaxy 19 (Amerika Utara), dan  Eutelsat (Eropa).

Biaya sewa satelit ini berkisar antara USD 2–4 juta per tahun, tergantung jangkauan dan frekuensi.

Tanpa Iklan, Dana dari Umat

Model pembiayaan Peace TV memang berbeda dari media komersial. Peace TV sejak awal didesain sebagai media dakwah murni, bebas iklan dan promosi produk.

Dr. Zakir Naik menyebutkan bahwa prinsip ini menjaga kesucian pesan dakwah dan menjauhkan dari pengaruh bisnis atau sponsor berkepentingan.

Dana operasionalnya berasal dari donatur pribadi dan lembaga filantropi Muslim, terutama dari negara-negara Teluk, serta komunitas diaspora Muslim India dan Pakistan.

Islamic Research Foundation (IRF), lembaga yang didirikan Zakir Naik, menjadi pusat penggalangan dan pengelolaan dana ini hingga dilarang di India.

“Media dakwah kita harus bebas dari iklan dan tekanan sponsor. Pesan dakwah tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan bisnis,” kata Dr. Zakir Naik dalam sebuah sesi wawancara media Islam Malaysia, menegaskan prinsip independensi Peace TV.

Sejak berpindah ke Malaysia pasca pelarangan di India, Peace TV memperluas produksi dan jangkauan ke Asia Tenggara. Dr. Zakir Naik beberapa kali tampil di Malaysia dan Indonesia, bahkan menjalin hubungan dengan sejumlah tokoh dan lembaga Islam setempat.

Aplikasi Peace TV kini tersedia di Play Store dan App Store, serta website resmi yang memuat ribuan video ceramah. Untuk kebutuhan digital ini, Peace TV menganggarkan sekitar USD 200.000–500.000 per tahun untuk server, bandwidth, dan pengembangan fitur aplikasi.

Dakwah yang Serius, Teknologi harus Mahal

Peace TV menunjukkan bahwa dakwah era digital menuntut kesungguhan total. Tidak cukup dengan niat dan ilmu, tetapi juga memerlukan sistem produksi profesional, jaringan distribusi global, dan biaya yang besar. Dengan jangkauan 200 juta penonton dan empat saluran 24 jam, Peace TV menjadi model bagaimana media bisa menjadi senjata utama dalam jihad pemikiran dan pembelaan Islam.*

Baca juga: Zakir Naik: Umat Islam Harus Serius Berdakwah Lewat Media Berkualitas

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biaya operasional mediaDakwah MediaHeadlinemedia dakwahmonetesasi dakwahPeace TVvisual sinematikZakir Naik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IDF Serang Gereja Katolik di Gaza, Ketua MUI: “Israel Monster Kemanusiaan”
Tulisan selanjutnya Juru Bicara Jihad Islam Palestina Abu Hamza “Darah Gaza di Tangan Kalian”, Pidato Abu Ubaidah Guncang Pemimpin Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?