Hidayatullah.com– Inggris mengecam sayembara yang dibuat otoritas Hong Kong untuk menangkap aktivis pro-demokrasi yang bermukim di negaranya.
Dalam sebuah pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy dan Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper menyebut sayembara dan surat penangkapan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Hong Kong atas orang-orang yang bermukim di Inggris merupakan salah satu contoh lain dari represi lintasnegara.
Hari Jumat (25/7/2025), otoritas Hong Kong mengumumkan bahwa pihaknya menawarkan hadiah uang untuk informasi yang berujung pada penangkapan 19 aktivis pro-demokrasi yang bermukim di luar negeri, yang dituduh melanggar UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh Beijing pada 2020 di Hong Kong.
Hadiah tersebut berkisar dari $25.000 (HK$200.000) sampai $125.000 tergantung individu yang menjadi target penangkapan, lapor AFP.
Ini keempat kalinya pihak berwajib Hong Kong membuat sayembara seperti itu, yang dikritik oleh negara-negara Barat.
Dalam pernyataan tersebut, Lammy dan Cooper menyeru China untuk berhenti menarget kalangan oposisi yang bermukim di Inggris.
Sekitar 150.000 warga Hong Kong bermigrasi ke Inggris dengan menggunakan skema visa khusus yang diberlakukan pada 2021.*




