Hidayatullah.com– Pemerintah Australia hari Sabtu (26/7/2025) mengatakan sudah menandatangani traktat kemitraan dengan Inggris guna mengokohkan kerja sama 50 tahun mendatang terkait kemitraan kapal selam bertenaga nuklir AUKUS.
Pakta AUKUS itu, yang disetujui Australia Inggris dan Amerika Serikat pada 2021, akan memberikan Australia sejumlah kapal selam tempur bertenaga nuklir mulai dari dekade mendatang guna menghadapi ancaman China di kawasan Indo-Pasifik. Pemerintahan As pimpinan Presiden Donald Trump mengumumkan review formal terhadap pakta tersebut tahun Ini.
Dilansir Reuters, Menteri Pertahanan Richard Marles dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa kerja sama di bawah AUKUS Pillar I itu untuk masa 50 tahun ke depan dan ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Inggris John Healey pada hari Sabtu, sehari setelah pertemuan di kota Geelong, di negara bagian Victoria.
Kementerian Pertahanan Inggris pekan ini mengatakan bahwa perjanjian bilateral itu mengukuhkan program kapal selam kedua negara bersekutu itu dan diperkirakan bernilai sampai 20 miliar pound ($27,1 miliar) bagi ekspor Inggris kurun 25 tahun mendatang.
AUKUS merupakan proyek pertahanan terbesar yang pernah dimiliki oleh Australia, di mana Canberra berkomitmen untuk menghabiskan A$368 miliar selama 3 dekade, yang di dalamnya termasuk investasi miliaran dolar dalam produksi yang berbasis di AS.
Australia, yang bulan ini membayar A$800 juta ke AS sebagai cicilan kedua dalam proyek AUKUS, berkeyakinan pakta di antara ketiga negara akan terus berlangsung.
Menteri-menteri pertahanan dan luar negeri Australia dan Inggris menggelar pembicaraan hari Jumat di Sydney guna mempererat kerja sama, yang bertepatan dengan penyelenggaraan latihan perang terbesar Australia.
Sebanyak 40.000 prajurit dari 19 negara ambil bagian dalam latihan perang Talisman Sabre yang digelar mulai 13 Juli sampai 4 Agustus, dengan tujuan memelihara stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Inggris ambil bagian dalam latihan itu, yang dikomandoi bersama dengan Australia dan Amerika Serikat itu, dengan mengirimkan kapal induk pengangkut jet tempur HMS Prince of Wales.*




