Hidayatullah.com– Intel Corp melakukan pemangkasan ribuan karyawan dan menghemat pengeluaran di saat pimpinan eksekutifnya yang baru berusaha memulihkan kejayaan perusahaan di Silicon Valley yang belakangan tertinggal jauh dari rivalnya seperti Nvidia Corp dan Advanced Micro Devices Inc.
Dalam sebuah memo internal yang dibagikan kepada karyawan hari Kamis (24/7/2025), CEO Lip-Bu Tan mengatakan Intel berencana mengakhiri tahun ini dengan menyisakan 75.000 tenaga kerja inti melalui PHK dan pengurangan karyawan. Angka itu turun dari 99.500 karyawan inti pada akhir tahun lalu. Intel sebelumnya mengumumkan pengurangan tenaga kerja sebesar 15 persen, lapor The Associated Press.
Dalam memo itu Tan mengatakan Intel akan membatalkan proyek yang direncanakan sebelumnya di Jerman dan Polandia dan memindahkan fasilitas perakitan dan pengujian di Kosta Rika ke lokasi baru yang lebih besar di Vietnam dan Malaysia. Meskipun demikian, Kosta Rika masih akan menjadi markas tim engineering kunci dan fungsi-fungsi korporasi. Sementara di Amerika Serikat, Intel akan memperlambat pembangunan pabrik semikonduktor di Ohio.
Didirikan pada 1968 di awal revolusi personal computer (PC), Intel mulai tertinggal ketika zaman beralih ke komputasi bergerak yang dipicu oleh peluncuran iPhone oleh Apple pada 2007 dan tertinggal dari produsen-produsen chip lain yang lebih lincah.
Kesulitan Intel belakang diperparah dengan persaingan di bidang kecerdasan buatan, yang bisa dikejar oleh pesaingnya Nvidia.
Nilai perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California, itu pada penutupan bursa hari Kamis mencapai 98,71 miliar dolar, bandingan dengan Nvidia yang mencapai 4,24 triliun.
Tan mengatakan Intel akan memusatkan perhatiannya pada penggarapan produk inti dan penawaran AI yang lebih baik kepada konsumen.
“Tidak akan ada lagi cek kosong,” kata Tan dalam memo tersebut.
“Setiap investasi harus masuk akal secara ekonomi,” tegasnya.
Untuk kuartal kedua tahun ini, Intel melaporkan kerugian 2,9 miliar atau 67 sen per lembar saham, sementara pendapatannya tetap di angka 12,9 miliar dolar.*




