Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sejumlah Kota di Prancis Berlakukan Jam Malam untuk Anak-anak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Juli 2025 22:42 10:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Juli 2025 10:36
Bagikan
[Ilustrasi] Polisi Prancis
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejumlah kota di Prancis memberlakukan jam malam bagi anak-anak dan remaja menyusul maraknya bentrokan di kalangan geng pengedar narkoba.

Nîmes di bagian selatan menjadi kota di Prancis yang belakangan memberlakukan jam malam, yang melarang anak dan remaja di bawah usia 16 tahun keluar rumah ketika hari sudah gelap supaya tidak terpapar aksi kekerasan dan meredakan situasi yang memanas. Pemerintah kota juga menambah patroli polisi.

Bulan lalu saja, sejumlah aksi penembakan terjadi di Prancis, bahkan di siang bolong, yang sejauh ini menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, lapor BBC.

Pekan lalu, mayat seorang pemuda berusia 19 tahun ditemukan dalam keadaan terbakar sebagian di pinggiran kota Nîmes.

Wali Kota Jean-Paul Fournier hari Selasa (22/7/2025) saat mengumumkan pemberlakuan jam malam mengatakan situasi semakin tidak aman dan geng-geng narkoba menciptakan situasi yang penuh ketakutan dan teror di masyarakat. Jam malam berlaku dari pukul 21 sampai pukul 06.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Wakil Wali Kota Richard Schieven mengatakan jam malam akan melindungi anak-anak dan remaja yang tidak terlibat dalam perdagangan narkoba. Kebijakan tersebut juga anak melindungi anak usia 12-13 tahun yang kerap dieksploitasi oleh geng narkoba.

Béziers, 120 km ke arah barat daya dari Nîmes, sudah lebih dulu memberlakukan jam malam antara pukul 23 dan 06 sejak tahun lalu untuk anak usia di bawah 13 tahun, dan kemudian memperluas cakupannya untuk anak di bawah 15 tahun di sejumlah area tertentu sejak bulan Maret.

“Tidak ada anak usia 10 tahun yang berkeliaran di jalanan pada pukul 02 kecuali untuk melakukan kenakalan,” kata Wali Kota Robert Ménard pada 2024.

Meskipun jam malam sudah diberlakukan, Béziers masih saja mengalami banyak aksi kekerasan. Di akhir pekan lalu, sekelompok pemuda bertopeng menjebak polisi dan kemudian menyerang mereka dengan petasan, lapor media setempat.

Insiden serupa terjadi di Limoges di bagian barat daya Prancis.

Kota Limoges juga memberlakukan jam malam untuk anak di bawah usia 13 tahun selama liburan musim panas tahun ini. Namun, menyusul aksi kekerasan yang melibatkan sekitar 100 orang di akhir pekan kemarin Wali Kota Émile Roger Lombertie mengatakan hasil dari kebijakan tersebut “tidak baik”.

“Kita mengalami gangguan yang dilakukan anak muda, dan tidak ada yang berhasil mencegahnya dan menangkap mereka, dan jam malam ini tidak ada gunanya,” kata Lombertie, seraya menambahkan bahwa jumlah polisi perlu ditambah lebih banyak untuk menegakkan aturan jam malam tersebut.

Dua tahun silan terjadi kemarahan masyarakat di Nimes ketika seorang bocah lelaki berusia 10 tahun tewas akibat tembakan peluru di daerah Pissevin di kota itu.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa aksi kekerasan berkaitan dengan narkoba sudah meluas ke luar Marseille – yang sejak lama dikenal sebagai pusat pertempuran geng-geng narkoba di Prancis.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 110 orang tewas di Prancis dan lebih dari 300 lainnya terluka dalam aksi kekerasan berkaitan dengan narkoba di tahun 2024.

Menteri Kehakiman Gérard Darmanin dan Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau sejak lama menekankan perlunya memerangi momok perdagangan narkoba.

Awal tahun ini mereka mengusulkan RUU yang berhasil disetujui oleh parlemen, yang menghasilkan dua penjara berpenjagaan maksimum bagi raja-raja pengedar narkoba, unit khusus di kejaksaan yang memproses kasus narkoba, kewenangan ekstra bagi aparat penyidikan, serta status khusus dan perlindungan bagi informan kejahatan narkoba.

Darmanin hari Selasa (22/7/2025) mengatakan bahwa 17 pengedar narkoba, termasuk di antaranya yang paling berbahaya, dipindah ke penjara berpenjagaan sangat ketat di Vendin-le-Vieil di bagian utara Prancis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jam MalamnarkobaPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Warga Malaysia Mendesak PM Anwar Ibrahim Turun
Tulisan selanjutnya Indonesia beli 48 Pesawat tempur KAAN Turki Indonesia Resmi Beli 48 Jet Tempur KAAN Generasi-5 Buatan Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?