Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kakek Amerika Penikam Anak Palestina dan Ibunya Meninggal di Penjara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Juli 2025 18:37 6:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juli 2025 01:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang kakek di Amerika Serikat yang dihukum penjara puluhan tahun karena menikam seorang anak keturunan Palestina dan ibunya dikabarkan telah meninggal dunia.

Tiga bulan lalu, Joseph Czuba dihukum penjara 53 tahun, setelah pada bulan Februari dinyatakan bersalah dalam dakwaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan serta kejahatan dengan motif kebencian dalam kasus kematian Wadee Alfayoumi dan ibunya yang terluka, Hanan Shaheen.

Czuba, 73, menyerang ibu dan anak itu pada Oktober 2023 disebabkan mereka beragama Islam dan sebagai respon atas perang antara Israel dan Hamas yang pecah beberapa hari sebelumnya.

Czuba menenui ajalnya pada hari Kamis (24/7/2025) di penjara Illinois, lapor Chicago Sun-Times memgutip keterangan kantor sheriff wilayah Will County seperti dilansir Associated Press.

Ahmed Rehab, direktur eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang Chicago, dalam sebuah pernyataan hari Sabtu (26/7/2025) mengatakan bahwa “pembunuh keji ini sudah meninggal, tetapi kebencian masih hidup dan langgeng”.

Baca Juga

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Di dalam persidangan kesaksian Shaheen dan rekaman pengaduannya ke saluran telepon 911 dibeberkan, berikut bukti dari tempat kejadian yang terekam dalam foto dan video yang diambil oleh petugas kepolisian. Juri melakukan pertimbangan selama 90 menit sebelum membuat keputusan.

Keluarga Wadee berstatus sebagai penyewa tempat di rumah Czuba di Plainfield, sekitar 40 mil (64 km) dari kota Chicago ketika serangan terjadi.

Di persidangan Shaheen mengatakan kepada juri bahwa Czuba menyerang dirinya terlebih dahulu sebelum kemudian menyerang putranya, sambil ngotot mengatakan bahwa mereka harus pergi dari rumahnya disebabkan mereka Muslim.

Di persidangan jaksa juga menyetel rekaman telepon darurat 911 dan menunjukkan rekaman kepolisian. Sementara istri Czuba, Mary, yang sejak itu diceraikannya, juga bersaksi untuk pihak jaksa, mengatakan bahwa suaminya itu dia teragitasi dengan perang Israel-Hamas, yang meletus beberapa hari sebelumnya.

Menyusul perang dimulai, Czuba mengatakan kepada Shaheen bahwa keluarganya harus angkat kaki karena Muslim tidak diterima di sana. Kemudian, dia menyerang Shaheen dan putranya.

“Dia berkata kepada saya: ‘Kamu, Muslim, harus mati’,” kata Shaheen di persidangan.

Shaheen memiliki luka tikam lebih dari 12.Czuba menyerang dirinya dengan pisau sebelum memburu putranya yang berada di ruangan lain.

Polisi mengatakan Czuba menikam Wadee sebanyak 26 kali, meninggalkan pisaunya tertancap di badan anak itu. Sejumlah foto yang diambil di tempat kejadian yang dipenuhi darah terlihat sangat mengerikan sehingga hakim setuju untuk menampilkannya di layar televisi, tetapi keluarga dan kerabat Wadee tidak diperkenankan ikut melihatnya.

Kasus tersebut sangat mengejutkan masyarakat Plainfield dan daerah sekitarnya, di mana banyak komunitas orang Palestina tinggal.

Pemakaman Wadee didatangi banyak orang, dan pihak pemerintah setempat mendedikasikan sebuah taman bermain sebagai penghormatan kepada bocah tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatCzubapalestinaWadee
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Silatnas eLKISI ke 12 Ponpes eLKISI Mojokerto Gelar Silatnas ke-12
Tulisan selanjutnya Anak-Anak Palestina Kelaparan, Bintang F1 Lewis Hamilton Serukan Gencatan Senjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?