Hidayatullah.com– Pemerintah Lithuania, hari Selasa (12/8/2025), mengumumkan rencana pembukaan 9 pusat pelatihan untuk mengajarkan ribuan orang, termasuk anak sekolah, tentang cara menerbangkan dan membuat drone.
Drone belakangan ini semakin populer di kalangan masyarakat dan kerap dipakai sebagai senjata perang.
Lithuania, anggota NATO yang berpenduduk sekitar 2,8 juta jiwa yang berbatasan dengan wilayah Kaliningrad milik Rusia dan Belarus yang bersekutu dengan Moskow, sangat menyadari adanya kemungkinan ancaman terhadap keamanan negaranya.
Proyek ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan masyarakat Lithuania dalam pengendalian dan rekayasa drone serta “memperluas pelatihan perlawanan sipil,” kata Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendidikan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Associated Press.
Tiga pusat pelatihan pertama akan dibuka pada bulan September dan enam sisanya pada tahun 2028. Rencananya sebanyak 15.500 orang dewasa dan 7.000 anak-anak sudah terlatih mengendalikan drone pada 2028, kata Menteri Pertahanan Dovilė Šakalienė.
Pemerintah mengatakan program itu akan dilaksanakan berdasarkan kelompok umur. Pelajar kelas tiga dan empat akan diajarkan merakit dan menerbangkan drone sederhana. Pelajar sekolah menengah akan diajarkan cara merancang dan membuat bagian-bagian drone dan belajar bagaimana membuat dan menerbangkan drone “first-person view” canggih.
Total dana yang akan digelontorkan dalam proyek itu lebih dari 3,3 juta euro ($3,8 juta).*




