Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kementerian Luar Negeri Mesir: ‘Greater Israel’ Adalah Ancaman Perdamaian

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2025 16:11 4:11 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 15 Agustus 2025 17:00
Bagikan
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menghadiri upacara militer di halaman Invalides di Paris pada tanggal 26 November 2014. (AFP PHOTO/POOL/CHARLES PLATIAU)
Bagikan

Hidayatullah.com – Mesir melalui Kementerian Luar Negerinya mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mendukung visi “Israel Raya”. Kemenlu menilai pernyataan tersebut sebagai penolakan “proses perdamaian” dan meminta penjelasan resmi dari Tel Aviv.

Daftar isi
  • Kemarahan Regional atas Klaim Teritori Israel
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Kemenlu Mesir, dalam pernyataannya, menegaskan kembali komitmen Kairo terhadap perdamaian dan keamanan regional, memperingatkan bahwa pernyataan Netanyahu memicu ketidakstabilan dan bertentangan dengan upaya internasional untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Komentar Netanyahu disampaikan dalam wawancara pada 12 Agustus dengan penyiar Israel i24News, di mana ia menyatakan dukungan kuatnya terhadap visi teritorial “Israel Raya”.

Mantan anggota Knesset, Sharon Gal, memberinya sebuah jimat yang menggambarkan peta “Tanah Perjanjian”, yang tidak hanya mencakup wilayah Palestina yang diduduki, tetapi juga sebagian Yordania, Lebanon, Suriah, dan Mesir. Netanyahu mengatakan ia merasa “sangat” terhubung dengan peta ini, menyebut misinya “bersejarah dan spiritual”.

Ini bukan pertama kalinya Netanyahu menggunakan peta untuk mempromosikan narasi ekspansionis. Pada tahun 2023 dan 2024, ia memamerkan peta-peta kontroversial di Majelis Umum PBB yang tidak memasukkan negara Palestina, sembari menggambarkan perluasan perbatasan ‘Israel’. Para pengkritik mengatakan bahwa presentasi-presentasi ini menghapus solusi dua negara dan mengangkat visi dominasi regional.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Kemarahan Regional atas Klaim Teritori Israel

Tujuan ekspansionis Netanyahu memicu kemarahan di seluruh Asia Barat. Yordania mengecam pernyataan Netanyahu sebagai “eskalasi provokatif yang berbahaya,” menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional, sementara Arab Saudi menolak “proyek ekspansionis” pendudukan Israel, dan Qatar mengatakan pernyataan tersebut mencerminkan “arogansi” dan mengobarkan ketegangan regional.

Selain itu, Liga Arab menggambarkan pernyataan Netanyahu sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Arab dan pelanggaran prinsip-prinsip PBB. Liga Arab memperingatkan bahwa pernyataan tersebut memperkuat pola pikir kolonial dan melemahkan inisiatif perdamaian.

Akar Ideologis ‘Israel Raya’

Gagasan “Israel Raya” berakar pada Zionisme revisionis awal, yang dipelopori oleh Ze’ev Jabotinsky, salah satu pendiri partai Likud Netanyahu. Gagasan ini membayangkan entitas ‘Israel’ yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich juga menyuarakan gagasan serupa, pernah memajang peta di Paris yang memasukkan Yordania ke dalam “Israel”. Ia merujuk pada masa depan di mana “Yerusalem meluas hingga Damaskus,” yang menempatkan nubuat Alkitab di garis depan politik Israel.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin NetanyahuGreater IsraelIsrael RayaMesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Patuhi ICC, Norwegia Siap Tangkap Netanyahu Jika Masuk Wilayahnya
Tulisan selanjutnya Kuwait larang visa masuk Israel Kuwait Terbitkan Peraturan Visa Baru, Semua Bebas Masuk Kecuali Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?