Hidayatullah.com – Cucu Nelson Mandela mengatakan kehidupan warga Palestina di bawah penjajahan ‘Israel’ lebih buruk dari apapun yang dialami warga kulit hitam saat apartheid di Afrika Selatan. Ia pun mendesak masyarakat dunia untuk membantu Palestina.
“Banyak dari kami yang telah mengunjungi wilayah pendudukan di Palestina hanya memiliki satu kesimpulan: bahwa Palestina mengalami bentuk apartheid yang jauh lebih buruk daripada yang pernah kami alami,” kata Mandla Mandela kepada Reuters di Bandara Johannesburg pada Rabu (03/09/2025).
Mandla akan terbang ke Tunisia dan bergabung dengan armada Global Sumud Flotilla yang mengirimkan makanan dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. “”Kami percaya bahwa komunitas global harus terus mendukung Palestina, sama seperti mereka berdiri berdampingan dengan kami,” imbuhnya.
Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan bahwa kelaparan meluas di Gaza.
Global Sumud Flotilla menuju Gaza
Mandela bergabung dengan sepuluh aktivis Afrika Selatan dalam Armada Sumud Global, yang terdiri dari puluhan kapal dan ratusan orang dari 44 negara, termasuk aktivis Swedia Greta Thunberg.
Kongres Nasional Afrika (ANC) Afrika Selatan mengatakan misinya “menggemakan perjuangan kita sendiri untuk pembebasan.”
Mandela menekankan bahwa, ketika apartheid berakhir pada tahun 1994, hal itu terjadi setelah tekanan dan sanksi yang kuat dari negara-negara lain.
“Mereka mengisolasi Afrika Selatan di era apartheid dan akhirnya meruntuhkannya. Kami percaya bahwa waktunya telah tiba untuk melakukan hal itu bagi Palestina,” ujarnya.*




