Hidayatullah.com – Serangan ‘Israel’ yang menargetkan pejabat biro politik Hamas di Doha, Qatar mendapat banyak kecaman internasional baik di panggung politik maupun di media sosial.
Pada Selasa, penjajah ‘Israel’ mengklaim bertanggung jawab atas sedikitnya 12 serangan udara yang menghantam bangunan kantor biro politik Hamas di Doha sekitar pukul 16.00 waktu setempat (13.00 GMT).
Para petinggi Hamas berada di sana untuk membahas proposal gencatan senjata terbaru AS untuk Gaza, yang diajukan kepada kelompok perlawanan Palestina itu beberapa hari sebelumnya.
Sebuah sumber yang dekat dengan gerakan Palestina tersebut mengatakan kepada Middle East Eye bahwa semua pemimpin senior yang menjadi sasaran serangan tersebut selamat, termasuk Khalil al-Hayya, Khaled Meshal, Zaher Jabarin, dan lainnya. Meski begitu, putra Hammam al-Hayya, Khalil, dan direktur kantornya, Jihad Lubbad, menjadi syuhada akibat serangan tersebut.
Qatar mengecam keras agresi yang disebutnya sebagai “serangan pengecut Israel”, dan membenarkan bahwa serangan tersebut menghantam bangunan tempat tinggal yang dihuni sejumlah anggota biro politik Hamas.
Arab Saudi dan UEA termasuk di antara negara-negara Teluk yang mengutuk serangan tersebut, memperingatkan “konsekuensi serius akibat kegigihan pendudukan Israel dalam pelanggaran kriminalnya”.
Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa “Israel tidak mengincar perdamaian, melainkan ingin melanjutkan perang”, sementara juru bicara partai berkuasa mengatakan “Serangan Israel yang dilakukan di Qatar adalah tindakan terorisme yang biadab.”
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengutuk serangan itu sebagai “pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar”, sementara Paus Leo mengatakan seluruh situasi ini “sangat serius”.
Iran, Yordania, Suriah, dan Pakistan juga mengecam keras serangan ‘Israel’ terhadap Qatar, dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar”.
Banjir kecaman warganet
Di media sosial, banyak warga dari kawasan Timur Tengah yang terkejut atas “serangan terang-terangan” Israel terhadap Qatar. Apalagi, menurut warganet, mengingat posisi dan peran Qatar dalam mediasi gencatan senjata Gaza dan konflik regional lainnya.
Para pengguna media sosial juga menyebutkan bahwa Qatar menampung pangkalan militer Amerika yang besar, dan tindakan Israel “melampaui batas”. Banyak juga yang mengatakan bahwa menjadi sekutu AS tidak melindungi seseorang dari serangan ‘Israel’.
Warganet juga secara jelas menyebut ‘Israel’ sebagai “proyek kolonialis dan rezim jahat ilegal” karena menyerang Qatar “setelah semua itikad baik Doha”.
Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan mereka memulai persiapan untuk serangan Doha setelah serangan penembakan hari Senin di Yerusalem, dan tewasnya empat tentara ‘Israel’ di Gaza pada hari Senin.
Ketua Knesset Israel, Amir Ohana, membagikan video serangan Israel di Doha dengan caption berbahasa Arab yang berbunyi: “Ini adalah pesan untuk seluruh Timur Tengah.”
Dalam 24 jam terakhir, entitas zionis ‘Israel’ telah mengebom setidaknya lima negara dan wilayah di kawasan tersebut: Tunisia, Lebanon, Suriah, Gaza, dan Qatar.
Meskipun ‘Israel’ telah menyerang sejumlah negara Arab dan Muslim di kawasan tersebut selama beberapa minggu dan bulan terakhir, serangan hari Selasa terhadap Qatar belum pernah terjadi sebelumnya.*




