Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jerman Ingin Buat Kesepakatan Deportasi dengan Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 September 2025 20:03 8:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 September 2025 13:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt mengatakan pemerintah Jerman berharap bisa mencapai kesepakatan deportasi dengan pemerintah Suriah pada akhir tahun ini.

Kesepakatan yang diinginkan Berlin berfokus pada repatriasi orang-orang Suriah yang ditolak permohonan suakanya tetapi masih berada di Jerman.

“Kami ingin mencapai kesepakatan dengan Suriah tahun ini dan mulai dapat mendeportasi para kriminal, disusul kemudian mereka yang tidak memiliki izin tinggal yang sah,” kata Dobrindt seperti dikutip koran lokal Rheinische Post, lansir DW hari Sabtu (27/9/2025).

“Perlu untuk membedakan antara orang yang berintegrsi dan bekerja dengan baik, dan mereka yang tidak memiliki hak suaka yang mengandalkan tunjangan sosial,” lanjutnya, seraya mengatakan perundingan tentang masalah itu akan digelar dalam waktu dekat.

Sejak tahun 2012 Jerman belum melakukan deportasi siapapun ke Suriah.

Baca Juga

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Dobrindt mengatakan dia diinstruksikan oleh Kantor Federal Keimigrasian dan Pengungsi (BAMF) untuk secara parsial melanjutkan peninjauan ulang atas aplikasi suaka yang ditangguhkan guna memutuskan siapa yang bisa diperbolehkan tinggal dan siapa yang harus dideportasi.

Meskipun jumlahnya masih tergolong kecil, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa 1.867 orang sudah secara sukarela dipulangkan ke Suriah pada masa kejatuhan rezim Assad Desember 2024 sampai akhir Agustus 2025.

Sekitar 955.000 warga Suriah saat ini tinggal di Jerman menurut data orang asing Daftar Pusat Orang Asing (AZR) yang dibuat BAMF. Sementara data Departemen Dalam Negeri mencatat bahwa sekitar 83.150 sudah menjadi warga negara Jerman pada 2024.

Dobrindt mengatakan Jerman juga bermaksud membuat kesepakatan deportasi “reguler dan sistematis” dengan Afghanistan.

Sampai saat ini, Berlin hanya dapat melakukan deportasi para kriminal ke Afghanistan dengan bantuan pihak ketiga yaitu Qatar, karena Jerman tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan pemerintahan Taliban saat ini.

Kelompok-kelompok peduli HAM dan pengungsi mengkritik – sejauh ini yang sudah dilakukan – dua penerbangan deportasi ke Afghanistan, karena mereka menganggap negara itu masih belum aman di bawah kekuasaan Taliban, yang kembali menguasai Kabul sejak pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat hengkang pada Agustus 2021.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermansuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Resep dan Rujukan Ditulis Kertas, Dokter Jerman Masih Sedikit yang Pakai File Eletronik Pasien
Tulisan selanjutnya Dipimpin Pogba, 50 Atlet Dukung Petisi Desak UEFA Larang ‘Israel’ dari Sepakbola

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?