Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bekas Presiden RD Kongo Joseph Kabila Divonis Hukuman Mati

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2025 22:15 10:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Oktober 2025 22:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Bekas presiden Republik Demokratik Kongo Joseph Kabila dijatuhi hukuman mati secara in absentia dalam dakwaan kejahatan perang dan pengkhianatan.

Dakwaan-dakwaan itu berkaitan dengan tuduhan bahwa Kabila menyokong M23, kelompok pemberontak yang melakukan banyak kekejaman di bagian timur negeri itu, lansir BBC Rabu (1/10/2025).

Kabila hari Jumat (26/9/2025) divonis bersalah oleh pengadilan militer melakukan pengkhianatan, kejahatan terhadap kemanusian serta kejahatan perang, termasuk pembunuhan, serangan seksual, penyiksaan dan pemberontakan. Dia membantah tuduhan-tuduhan itu, tetapi tidak hadir di pengadilan untuk membela dirinya sendiri.

Mantan presiden itu menolak kasus tersebut yang disebutnya sebagai tindakan “sewenang-wenang” dan dia mengatakan bahwa pengadilan dimanfaatkan sebagai “alat penindasan”. Keberadaan Kabila saat ini tidak diketahui.

Pengadilan juga menghukum Kabila untuk membayar denda sebesar $33 miliar.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Salah satu sekutu politiknya yang pernah menjabat menteri, Kikaya Bin Karubi, mengatakan dalam program BBC’s Newsday bahwa keseluruhan proses persidangan itu merupakan “pertunjukan teater” dan merupakan contoh dari kediktatoran Presiden Félix Tshisekedi. Dia mengatakan pengadilan tidak menunjukkan bukti apapun yang mengaitkan Kabila dengan kelompok pemberontak M23.

Pemimpin M23 Bertrand Bisimwa lewat platform X mengatakan bahwa vonis hukuman itu merupakan pelanggaran terhadap perundingan damai yang sedang berlangsung dengan pemerintah.

Kabila, 54, memimpin negara RD Kongo selama 18 tahun, setelah mengambil alih kekuasaan dari ayahnya Laurent Kabila, yang tewas ditembak mati pada 2001.

Kabila mendukung Tshisekedi dalam sengketa pemilu 2019, tetapi kemudian pertemanan politik mereka berakhir dan Kabila pergi mengasingkan diri pada 2023.

Pada bulan April tahun ini, Kabila mengatakan ingin membantu mencari solusi atas konflik mematikan yang terjadi di bagian timur negeri itu, dan tiba di kota Goma yang dikuasai M23 pada bulan berikutnya.

Presiden Tshisekedi menuduh Kabila sebagai otak di balik M23 dan para wakil rakyat di Senat mencabut hak imunitasnya, sehingga dia bisa dijerat tuduhan pidana.

Awal tahun ini konflik puluhan tahun di timur RD Kongo mengalami eskalasi ketika M23 menguasai sebagian wilayah di timur yang kaya akan sumber daya alam berupa mineral, termasuk kota Goma, kota Bukavu, serta dua bandar udara.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah negara Barat — berdasarkan bukti yang mereka miliki — menuduh negara tetangga Rwanda memberika sokongan kepada M23, termasuk dengan mengirimkan ribuan tentaranya ke wilayah RD Kongo.

Namun, pemerintah di Kigali membantah tuduhan itu, mengatakan bahwa pihaknya berusaha mencegah supaya konflik tidak meluas ke wilayahnya.

Kesepakatan gencatan senjata antara kelompok-kelompok pemberontak dan pemerintah RD Kongo dicapai pada bulan Juli, tetapi pertumpahan darah terus berlangsung.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Joseph KabilaRD Kongo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dana Pensiun Belanda Divestasi Sahamnya di Caterpillar yang Terkait Israel
Tulisan selanjutnya Iran Perberat Hukuman Bagi Mata-mata Amerika dan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Berita
3 September 2026 10:23
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?