Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ancaman Erdogan Bikin Netanyahu Batal Hadiri KTT Gaza di Mesir

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sengaja menunda pendaratan pesawatnya di bandara dan mengancam akan putar balik usai mendengar kabar kehadiran Benjamin Netanyahu di 'KTT perdamaian' Gaza

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2025 09:07 9:07 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 15 Oktober 2025 09:07
Bagikan
Presiden Recep Erdogan di KTT Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com – Pesawat Presiden Erdogan menolak mendarat di bandara Sharm el-Sheikh menjelang KTT “Perdamaian di Timur Tengah” pada Senin, di tengah kabar bahwa Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu akan hadir.

Daftar isi
  • Netanyahu menolak undangan ke KTT karena ‘alasan agama’
  • Hubungan Turki-AS
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Pesawat Erdogan terlihat melewati landasan pacu dan melayang di atas wilayah Laut Merah “sebelum akhirnya mendarat di bandara dan disambut oleh para menteri Mesir berpangkat rendah”, lapor Anadolu Agency.

Presiden Trump diduga harus mencabut undangan Netanyahu setelah Erdogan mengatakan ia tidak akan mendaratkan pesawatnya di Mesir, dan akan kembali ke Ankara jika undangan untuk Netanyahu tetap berlaku.

Perebutan kekuasaan di udara dimulai setelah diumumkan bahwa Netanyahu telah menerima undangan di waktu-waktu akhir dari Trump ke KTT tersebut, yang dipimpin oleh Presiden AS dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.

Beberapa situs web pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat Erdogan masih belum mendarat pada pukul 14:00 GMT, melenceng jauh dari jadwal pendaratan.

Baca Juga

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Menyusul pengumuman yang terlambat mengenai kehadiran Netanyahu di KTT tersebut, diketahui bahwa Erdogan secara pribadi berbicara kepada Sisi untuk menyampaikan keberatannya saat pesawatnya berada di atas Mesir.

CNN Türk juga melaporkan bahwa ketika laporan tentang keterlibatan Netanyahu beredar, tidak hanya Turkiye, tetapi beberapa delegasi yang berkunjung mengumumkan bahwa mereka tidak akan hadir, dan baru membatalkan keputusan mereka setelah kantornya mengumumkan ketidakhadirannya.

Namun, seorang pejabat senior Turki mengatakan kepada CNN bahwa otoritas Turki telah berkomunikasi langsung dan menghubungi AS untuk mendesak mereka membatalkan undangan kepada Netanyahu.

Netanyahu menolak undangan ke KTT karena ‘alasan agama’

Kantor Netanyahu kemudian melaporkan bahwa ia tidak akan menghadiri KTT tersebut karena hari raya Atzeret-Simchat Torah, yang dimulai pada Senin malam.

Para pemimpin zionis ‘Israel’ sebelumnya diketahui tidak bepergian pada hari Sabat dan hari raya Yahudi kecuali jika keadaan luar biasa mengharuskannya.

Kantor Netanyahu menyampaikan terima kasih kepada Trump atas undangan tersebut, dengan mengatakan bahwa Netanyahu “tidak akan dapat hadir karena acara tersebut berdekatan dengan awal hari raya”.

KTT tersebut juga menarik perhatian berbagai media mengenai bagaimana Netanyahu akan diterima seandainya ia hadir, mengingat beberapa kepala negara dan diplomat yang berkunjung tidak secara resmi mengakui ‘Israel’.

Sebut saja kehadiran delegasi dari Qatar, Pakistan, Irak, Indonesia, Kuwait, dan Oman, yang tidak satu pun mengakui ‘Israel’.

Hubungan Turki-AS

Trump dan Erdoğan baru-baru ini memulihkan hubungan diplomatik yang erat setelah kunjungan presiden Turki ke Gedung Putih pada 29 September, menjalin kerja sama militer dan menetapkan target perdagangan senilai $100 miliar antara kedua negara.

“Presiden Erdoğan luar biasa. Beliau sangat membantu, karena beliau sangat dihormati,” ujar Presiden Trump pada pertemuan puncak di Gaza, Senin.

Kehadiran Netanyahu juga akan memperumit sikap banyak negara Arab yang menandatangani surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional terhadap Netanyahu atas kejahatan perang di Gaza.

Politik rumit seputar kehadiran Netanyahu di KTT tersebut menunjukkan betapa sulitnya bagi negara-negara Muslim tertentu untuk menormalisasi hubungan dengan Israel seperti yang diharapkan Trump, mengingat ia menggambarkan gencatan senjata tersebut sebagai “fajar bersejarah Timur Tengah yang baru”.

Pertemuan puncak pada hari Senin berlangsung beberapa hari setelah Israel dan Hamas meratifikasi perjanjian gencatan senjata untuk “mengakhiri perang” dan bertukar sandera.

Kesepakatan gencatan senjata ini menandai fase pertama dari “rencana perdamaian” AS, yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, pelucutan senjata Hamas, dan pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Gencatan senjata ini mengakhiri genosida di Gaza, yang menyebabkan setidaknya syahidnya 70.000 warga Palestina di tangan zionis ‘Israel’.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin NetanyahuDonald TrumpHeadlineKonflik GazaKTT Perdamaian GazapalestinaRecep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akui Lalai, Trans7 Minta Maaf Soal Tayangan tentang Pesantren dan Kiai
Tulisan selanjutnya Pasca Tragedi Al-Khoziny, Pemerintah Tandatangani Kesepakatan Perkuat Infrastruktur Pesantren

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?