Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kepemimpinan Syuro Kekayaan Moral Sekaligus Benteng Hidayatullah

Bambang S
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2025 12:05 12:05 pm
Bambang S
Dipublikasikan 21 Oktober 2025 12:30
Bagikan
Abdurrahman Muhammad Bapak Pimpinan Umum Hidayatullah
Bagikan

Hidayatullah.com – “Hari ini adalah momen istimewa,” ujar Pemimpin Umum Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad, mengawali sambutannya di hadapan ribuan kader pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Hidayatullah Di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (20/10/2025).

Daftar isi
  • Lahirnya Syuro Hidayatullah
  • Transformasi dan Rejuvenasi Kepemimpinan
  • Perubahan Struktur Syuro
  • Syuro sebagai Benteng Moral
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Lima tahun telah berlalu sejak pertemuan terakhir kita. Kita telah berkorban harta, berkorban jiwa, dan kini kita kembali berkumpul untuk menyapa dan bersyukur,” ujarnya penuh haru. Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdurrahman menyampaikan rasa syukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk memandu perjalanan Majelis Syuro sebagai Ketua Majelis Syuro sekaligus Pemimpin Umum Hidayatullah.

KH. Abdurrahman kemudian menyapa seluruh komponen struktural Hidayatullah. Yang saya hormati, para sesepuh perintis pendiri Hidayatullah, Majelis Penasehat, Dewan Pertimbangan, Dewan Murabbi, Dewan Muzakarah, Pengurus DPP, Amal Usaha, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah. ​”Saya sampaikan Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban. Selamat datang di arena Munas keenam Hidayatullah ini,” jelasnya.

Lahirnya Syuro Hidayatullah

KH. Abdurrahman kemudian mengajak hadirin menelusuri kembali jejak sejarah perjalanan Syuro Hidayatullah. Beliau menuturkan, istilah Musyawarah Nasional maupun musyawarah wilayah atau daerah sebelumnya belum dikenal di tubuh Hidayatullah. Semua proses berjalan secara kultural tanpa wadah kelembagaan.

“Ada pertemuan Silaturahmi Nasional Muharram. Almarhum (Abdullah Said) melakukan satu pertemuan musyawarah juga namanya, tapi tidak berbentuk institusi atau suatu kelembagaan. Dia hanya bersifat kultural,” urainya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Nanti, setelah kepergian Allahyarham KH Abdullah Said. Dibentuklah Tim Tujuh Dewan Pemimpin Nasional (DPN) yang beranggotakan: KH. Abdurrahman Muhammad (ketua), Ustadz Hasan Ibrahim, Ustadz Hamim Thohari, Ustadz Abdul Aziz Kahar Muzakkar, Ustadz Al-Bukhari, Ustadz Abdurrahman Surabaya, dan Ustadz Umar.

Tim ini kemudian melakukan kegiatan diskusi secara maraton antara Cipinang dan akhirnya terjadi pertemuan pertama di anjungan museum kelautan atau museum pelayaran. Di sana diputuskan bahwa Hidayatullah akan menjadi lembaga terbuka yang disebut ormas Hidayatullah.

“Alhamdulillah kemudian Hidayatullah mampu inklusif beradaptasi kepada semua pihak, kepada semua harakah, kepada institusi pemerintahan baik di tingkat pusat maupun di tingkat wilayah dan daerah. Melahirkan suatu kolaborasi dan memberikan manfaat yang lebih besar dalam perjalanan dakwah Hidayatullah sebagai sayap utama pergerakan,” jelas KH. Abdurrahman.

Sejak itu, Hidayatullah bertransformasi menjadi ormas terbuka, bukan sekadar pesantren atau lembaga sosial. Hal itu ditandai pada Munas pertama di Gunung Tembak yang menetapkan K.H. Abdurrahman Muhammad sebagai Pemimpin Umum/Ketua Majelis Syura, serta membentuk kepengurusan di tingkat wilayah Hidayatullah di seluruh Indonesia. “Hadirnya Syura secara kelembagaan adalah kekayaan moral Hidayatullah yang telah terbukti selama 25 tahun ini,” tegasnya.

Transformasi dan Rejuvenasi Kepemimpinan

KH. Abdurrahman juga mengenang proses estafet kepemimpinan yang berlangsung di tubuh Hidayatullah. Ia menyebut, sekitar sepuluh tahun lalu, wacana rejuvenasi atau peremajaan kepemimpinan mulai digulirkan oleh almarhum Ustadz Abdul Mannan.

“Saya menangkap isyarat itu dan saya langsung menawarkannya rejuvenasi untuk menduduki institusi kelembagaan pemimpin nasional Hidayatullah,” kenangnya.

Saat itu, beliau ditemani dengan ustadz Abdul Manan dan ustadz Abdurrahman mendiskusikan alternatif-alternatif pemimpin Hidayatullah 5 sampai 10 tahun ke depan.

“Yang sangat mumpuni dan representatif untuk menjadi Ketua DPP adalah Ustadz Nashirul Haq. Dan secara berantai Ustadz Abdul Manan menyatakan samina wa athona,” terangnya.

Maka pada saat itulah saya menyatakan, “Bismillah, yang akan menjadi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat adalah Ustadz Nashirul Haq,” lanjut beliau menceritakan ulang sejarah tersebut.

Perubahan Struktur Syuro

Dalam Munas kali ini, KH. Abdurrahman juga menjelaskan adanya pengembangan struktur organisasi internal. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan Hidayatullah bersifat kolektif dan dijalankan secara syuro. “Majelis Syuro adalah institusi tertinggi kedua setelah Musyawarah Nasional,” ujarnya.

Dalam struktur baru, terdapat Pimpinan Majelis Syuro dan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang diketuai oleh Rais Aam Hidayatullah. Anggota AHWA terdiri atas Ketua dan Anggota Majelis Penasehat, Dewan Pimpinan Majelis Syuro, Dewan Murabbi Pusat, dan Dewan Muzakarah Pusat. AHWA memiliki Ketua dan Anggota berjumlah 12 orang.

“Dua istilah ini sebelumnya belum dikenal yaitu Pimpinan Majelis Syuro dan Ahlul Halli wal Aqdi yang kini diketuai oleh Rais Aam Hidayatullah. Ini perubahan dari sebelumnya Pimpinan Umum Hidayatullah menjadi Rais Aam Hidayatullah,” ujar KH. Abdurrahman diikuti takbir peserta Munas.

Syuro sebagai Benteng Moral

KH. Abdurrahman menegaskan, Syuro Hidayatullah bukan sekadar sistem kepemimpinan, melainkan benteng pertahanan moral bagi seluruh kader. Ia mengingatkan agar enam poin Jati Diri Hidayatullah terus dijaga sebagai sumber kekuatan spiritual. “Selama spirit ini terjaga, Hidayatullah akan memiliki kekuatan besar dan tangguh ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan ormas Hidayatullah merupakan fasilitas dakwah yang bersifat inklusif mencakup bidang politik, ekonomi, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan — dengan cita-cita besar menegakkan peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Hidayatullah harus menjadi lokomotif yang menghadirkan rahmat Allah di muka bumi. Itu hanya mungkin jika para kader memiliki pemahaman Syuro, ketahanan moral, dan menjaga jati diri Hidayatullah,” pesan KH. Abdurrahman.

Menutup sambutannya, Beliau mengingatkan pentingnya ta’liful qulub atau penyatuan hati di antara kader sebagai kunci kokohnya jamaah.

“Tidak ada yang lebih berharga secara material kecuali jika kita memiliki ta’liful qulub. Jalannya hanya berada dalam pertahanan moral yang bernama Syura Hidayatullah dan pertahanan spiritual yang bernama Jati Diri Hidayatullah,” tuturnya.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPP HidayatullahMunas VI HidayatullahOrmas Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komentar negatif perundungan dan bullying di media sosial Merundung
Tulisan selanjutnya Larangan Burqa Swiss Portugal akan Larang Burqa, Hanya Boleh Dipakai di Tempat Ibadah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?