Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Berselisih Soal Serangan Qatar, Netanyahu Pecat Penasihat Keamanan Nasional ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2025 14:57 2:57 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 Oktober 2025 14:57
Bagikan
negara palestina
Menteri Permukiman 'Israel' Tzachi Hanegbi (kiri) dan Perdana Menteri 'Israel'Benjamin Netanyahu.
Bagikan

Hidayatullah.com – Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu dikabarkan memecat Penasihat Keamanan Nasional Nasional Tzachi Hanegbi setelah berselisih terkait kebijakan mereka, termasuk serangan ke Qatar dan operasi untuk menguasai Kota Gaza.

Hanegbi mengonfirmasi pemecatan dirinya setelah Netanyahu mengatakan akan menunjuk orang lain sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional, menurut laporan The Jerusalem Post pada Selasa (21/10/2025).

Sejumlah media ‘Israel’ melaporkan Hanegbi telah berselisih dengan Netanyahu mengenai serangan udara yang menargetkan pimpinan Hamas di Doha, Qatar dan operasi militer untuk merebut Kota Gaza.

Hanegbi juga termasuk pejabat yang menyerukan “investigasi menyeluruh” atas kegagalan Israel terkait serangan udara lintas batas Hamas pada 7 Oktober, dengan mengatakan bahwa ia turut bertanggung jawab atas hal tersebut.

Kantor Netanyahu mengonfirmasi bahwa wakil kepala Dewan Keamanan Nasional, Gil Reich, telah ditunjuk sebagai pelaksana tugas kepala badan tersebut, menggantikan Hanegbi, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Sebelum serangan dimulai, Hanegbi dilaporkan menyampaikan kepada Kabinet bahwa ia menentang desakan Netanyahu untuk menduduki Kota Gaza, dengan alasan hal itu dapat membahayakan nyawa para sandera Israel.

“Saya sepenuhnya setuju dengan kepala staf (Eyal Zamir) bahwa mengambil alih Kota Gaza membahayakan nyawa para sandera, itulah sebabnya saya menentang usulan perdana menteri,” ujarnya seperti dikutip Channel 12.

Lima anggota Hamas dan seorang petugas keamanan Qatar syahid dalam serangan ‘Israel’ di Doha pada 9 September yang lantas memicu kecaman global terhadap entitas zionis.

Perjanjian gencatan senjata mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober, berdasarkan rencana bertahap yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump. Tahap pertama mencakup pembebasan sandera ‘Israel’ dengan imbalan tahanan Palestina.

Rencana tersebut juga mencakup pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.

Sejak Oktober 2023, perang genosida ‘Israel’ telah menewaskan lebih dari 68.200 orang dan melukai lebih dari 170.300 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin Netanyahugenosida GazaHeadlineisraelIsrael Serang Dohapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Turki Erdogan berkunjung ke Qatar Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Erdogan Kunjungi Qatar
Tulisan selanjutnya MUI Desak Pemerintah Awasi Ketat Setelah Pencabutan Proyek PIK II dari Daftar PSN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?