Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan Dibangun di Afrika Selatan

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 November 2025 16:39 4:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 November 2025 16:39
Bagikan
Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi di dekat kompleks Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan.

“Syaikh Yusuf Al-Makassari adalah jembatan peradaban antara Nusantara dan Afrika Selatan. Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan menjadi simbol persahabatan abadi kedua bangsa yang sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu,” kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat mengunjungi Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Cape Town pada Jumat (31/10/2025).

Kementerian Kebudayaan RI berupaya memperkuat ikatan historis dan persahabatan antara Indonesia dan Afrika Selatan dengan membangun Rumah Budaya Indonesia.

Menurut siaran pers kementerian pada Sabtu, Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf dirancang sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan interaksi antar-komunitas.

Kehadiran rumah budaya ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai spiritualitas dan toleransi, sekaligus mendorong pertukaran budaya serta riset sejarah.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Abadin Tadia Tjoessoep atau Syekh Yusuf lahir di Makassar pada 1626. Ia merupakan keponakan Sultan Alauddin, raja pertama Gowa yang memeluk Islam pada 1603.

Syekh Yusuf dikenal sebagai ulama besar sekaligus pemimpin perlawanan terhadap penjajah Belanda di Asia Tenggara.

“Perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari hingga dipenjara di Batavia dan kemudian dipindahkan ke Colombo, Ceylon (kini Sri Lanka), sampai diasingkan ke Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) Afrika Selatan, karena pengaruhnya yang kuat dalam melawan penjajahan,” kata Fadli.

Pada 27 Juni 1693, Syekh Yusuf diasingkan ke lahan pertanian Zandvliet di tepi Sungai Eerste, Afrika Selatan. Daerah tersebut kemudian dinamai Macassar untuk menghormati asalnya di Sulawesi Selatan.

Dalam masa pengasingan, ia tetap berdakwah dan membuka tempat perlindungan bagi para budak, sekaligus membentuk komunitas Muslim pertama di Afrika Selatan.

Ajaran Islam kemudian menyebar ke wilayah Cape Town dan sekitarnya berkat dakwah dan keteladanan Syekh Yusuf. Ulama yang dijuluki sebagai Bapak Islam di Afrika Selatan itu wafat pada usia 73 tahun, pada 23 Mei 1699.* ant

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika SelatanCape TownRumah Budaya IndonesiaSyaikh YusufSyaikh Yusuf Al-Makassari
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Megawati Sindir Buzzer: “Bisanya Hanya Terima Uang Saja”
Tulisan selanjutnya Jalin Kerja Sama, Menteri Wakaf Suriah Puji Jusuf Kalla sebagai Tokoh Perdamaian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?