Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Genosida Sudan: Apa yang Perlu Kita Tahu?

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 November 2025 11:14 11:14 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 November 2025 11:11
Bagikan
Foto: (Kiri) Pemimpin pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF), Jenderal Hamdan Dagalo, dikenal sebagai Hemedti, (kanan) Jenderal Abdel Fattah Burhan, kepala dewan militer yang berkuasa di Sudan/Foto: FT
Bagikan

Perang saudara Sudan bukan sekadar pertikaian internal, tapi perebutan kekuasaan dua jenderal militer yang dahulu bersekutu menggulingkan rezim lama mengorbankan rakyat menjadi genosida mengerikan

Hidayatullah.com | APA yang sedang terjadi di Sudan? Mengapa peristiwa ini disebut krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini? Berikut fakta dan Kronologi untuk memahami musibah dan penderitaan warga Sudan.

Sebelum Sudan dikenal karena perang, ia dikenal dunia sebagai “Negeri Dua Nil” (pertemuan Nil Biru dan Nil Putih di Khartoum) dan salah satu mercusuar peradaban Islam di Afrika.

Selama ratusan tahun, Sudan adalah pusat zikir dan ilmu. Wilayah ini dipenuhi ribuan khalwa (sekolah Qur’an tradisional) yang melahirkan jutaan Huffaz (penghafal Al-Qur’an).

Tanah yang diberkahi dengan cinta yang luar biasa pada Kitabullah, kini porak-poranda oleh konflik.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Fakta Darurat Kemansuaiaan

Apa yang terjadi di Sudan adalah bencana kemanusiaan global. Perang saudara yang menimpa rakyat menjelma mimpi buruk umat Islam sedunia pada hari-hari ini.

Ini data-datanya:

  • 25,6 JUTA jiwa total populasi yang membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak.
  • 18 JUTA orang menghadapi kelaparan akut.
  • 11+ JUTA orang telah mengungsi (krisis pengungsian terbesar di dunia saat ini).
  • 14 JUTA anak-anak membutuhkan bantuan. Mereka adalah generasi yang paling rentan terhadap kelaparan, penyakit, dan trauma perang.
  • 3 RIBU korban tewas akibat brutalitas yang terjadi dari pihak-pihak yang berkonflik. (Sumber: PBB OCHA & IOM, data per Oktober/November 2025).

“Sudan menghadapi kehancuran total jika perang ini tidak segera dihentikan,” kata Martin Griffiths, Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, dikutip dari Reuters, 28 Oktober 2025).

Mengapa Perang Saudara Terjadi?

Apa yang terjadi di Sudan bukanlah sekadar perang saudara biasa. Ini adalah perebutan kekuasaan brutal antara dua faksi militer yang dulu bersekutu.

Keduanya menggunakan senjata berat di tengah kota padat penduduk, seperti kota El Fasher. Sehingga warga sipil tak ubahnya tameng dan target.

Intinya: Ini adalah perang antara dua Jenderal yang mengorbankan 48 juta rakyat Sudan demi kekuasaan.

Siapa Pihak yang Berkonflik?

Pertama, Jenderal Al-Burhan pemimpin SAF (Sudanese Armed Forces), tentara nasional resmi Sudan, merupakan kepala negara de facto setelah revolusi 2019.

Kedua, Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, dikenal sebagai Hemedti, memimpin pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) sangat kuat dan terkenal kaya karena menguasai tambang emas dan mendapat dukungan logistik dari Uni Emirat Arab (UEA).

Kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF)

Hemedti sebelumnya adalah wakil Al-Burhan sebelum mereka saling serang. Kedua pihak menggunakan senjata berat di wilayah padat penduduk seperti Khartoum dan El-Fasher, menyebabkan ribuan warga sipil menjadi korban.

Dalam rangka penguasaan emas, RSF didukung dengan persenjataan yang dipasok dari Uni Emirat Arab (UAE), sekutu Israel di Timur Tengah.

RSF terkenal brutal dan dituduh melakukan kejahatan perang serta pembersihan etnis di Darfur — tuduhan yang telah diselidiki oleh Amnesty International dan Human Rights Watch.

Kronologi Perang Saudara

1. Jatuhnya Diktator Omar al-Bashir (2019)

Selama tiga dekade, Sudan dipimpin oleh diktator Omar al-Bashir. Gelombang protes rakyat pada 2019 menggulingkannya. Saat itu, al-Burhan dan Hemedti tampil sebagai “penjaga revolusi” dan berjanji mengantar negara menuju pemerintahan sipil. Namun, janji itu menjadi awal dari perseteruan.

2. Harapan dan Pengkhianatan (2021)

Pada 2020, pemerintah transisi di bawah Perdana Menteri Abdalla Hamdok sempat memberi harapan demokrasi. Tapi pada Oktober 2021, kedua jenderal melakukan kudeta militer yang menggulingkan Hamdok dan membubarkan pemerintahan sipil.

“Sudan kembali ke titik nol. Kudeta ini mencuri impian rakyat,” kata Hamdok dalam wawancara dengan BBC Africa (1 November 2021).

3. Meledaknya Perang Total (2023)

Ketegangan meningkat setelah SAF menuntut integrasi pasukan RSF ke dalam tentara nasional. Hemedti menolak, khawatir kehilangan kekuatan ekonomi dan militer.

Maka pada 15 April 2023, bentrokan besar pecah di Khartoum dan dengan cepat meluas ke Darfur serta Kordofan.

Laporan Al Jazeera menyebut serangan udara dan artileri menewaskan ribuan warga sipil. RSF diduga melakukan pembersihan etnis terhadap kelompok Massalit di Darfur Barat — peristiwa yang disebut “Darfur 2.0” oleh The Guardian.

Kota-kota yang Runtuh

Hingga akhir 2025, pertempuran masih berlangsung di Khartoum, Omdurman, dan El-Fasher. Fasilitas rumah sakit hancur, jaringan listrik lumpuh, dan harga bahan pangan melonjak lebih dari 300 persen menurut laporan World Food Programme (WFP).

“Tidak ada tempat yang aman di Sudan. Setiap hari kami mengubur anak-anak,” ujar Dr. Alaa el-Din, relawan medis di Darfur kepada Associated Press (20 Oktober 2025).

Lembaga kemanusiaan memperingatkan risiko kelaparan massal jika jalur bantuan tidak segera dibuka. Hingga kini, perundingan damai yang dimediasi Arab Saudi dan Uni Afrika belum membuahkan hasil.

Mengapa Muslim Wajib Peduli?

Sebagian besar korban perang adalah warga sipil Muslim yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata. Mereka hidup di bawah ancaman kelaparan, kekeringan, dan kekerasan bersenjata tanpa perlindungan apa pun.

Menurut UNICEF, lebih dari 70% anak Sudan kini tidak bersekolah dan berisiko tinggi mengalami gizi buruk.

“Sudan adalah luka terbuka di dunia Islam,” tulis Al Jazeera Arabic dalam editorialnya (November 2025). “Kita tidak boleh diam ketika umat yang cinta Al-Qur’an sedang dijerat kelaparan dan perang.”

Perang saudara akibat ulah dua jenderal yang menghancurkan satu bangsa ini telah menjerumuskan 48 juta rakyat ke jurang penderitaan dan menjadikan Sudan sebagai krisis kemanusiaan terbesar abad ini.

Selama dunia masih bungkam dan perang terus berkecamuk, Sudan akan tetap menjadi negeri yang menangis di pertemuan dua Nil — negeri para penghafal Al-Qur’an yang kini berjuang untuk sekadar bertahan hidup.

Masyarakat muslim Sudan yang tak bersalah dan bukan dari salah satu pihak yang bertikai adalah korban terbanyak dalam situasi ini. Mereka adalah keluarga kita yang sedang dizalimi.

Ketika 14 juta anak kelaparan dan RSF dituduh melakukan pembersihan etnis di Darfur (Sumber: Laporan PBB & Al Jazeera), diam melihat pembantaian bukan pilihan!*/Kita_berkhidmat, ditambah beberapa sumber

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida SudanHamdan DagaloHeadlineHemedtiJenderal Al-Burhan pemimpinKonflik Sudanperang saudaraPilihan RedaksiRapid Support ForcesRSFSAFSudanSudanese Armed Forces
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Terbitkan Surat Penangkapan Netanyahu dan Kaki Tangannya atas Genosida Gaza
Tulisan selanjutnya “Abu Lulu” Komandan RSF yang Akui Membunuh Lebih 2.000 Warga Sipil di Darfur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?