Hidayatullah.com– Israel, hari Rabu (3/12/2025), merampungkan penyerahan sistem pertahanan anti-rudal balistik Arrow 3 ke Jerman.
Dengan hadirnya Arrow Weapon System for Germany (AWS-G) tersebut, Angkatan Udara Jerman untuk pertama kalinya akan mampu mendeteksi dan mencegat rudal balistik yang datang dari luar atmosfer Bumi.
Kontrak pengadaan sistem pertahanan anti-rudal antara pemerintah Israel dan Jerman itu ditandatangani lebih dari dua tahun lalu di bawah pemerintahan Kanselir Olaf Scholz. Kontrak itu merupakan kesepakatan ekspor pertahanan terbesar Israel yang pernah ada. Perjanjian tersebut bernilai lebih dari 3,6 miliar euro ($4,2 miliar), termasuk di dalamnya sistem peluncuran, amunisi, dan radar, kata kementerian pertahanan Jerman saat itu.Sistem pertahanan anti-rudal Arrow 3 diproduksi bersama oleh Israel dan Amerika Serikat.
Arrow 3 adalah salah satu kontrak pengadaan persenjataan besar pertama Jerman sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, yang memaksa Amerika Serikat dan sekutunya di Barat meningkatkan kapabilitas militer mereka.Bagi Israel, sistem pertahanan ini merupakan bagian penting dari upaya negara tersebut menggempur Iran dan kelompok militan Houthi di Yaman. Jerman akan menempatkan Arrow 3 di Pangkalan Udara Holzdorf, sekitar 120 kilometer (75 mil) ke arah selatan dari Berlin, sementara lokasi lain di bagian barat laut dan selatan akan menyusul.
“Sistem ini telah dikirimkan ke Jerman tepat waktu selama beberapa bulan terakhir, sebelum pelatihan di tempat bagi personel Angkatan Udara Jerman, meskipun terdapat sejumlah kendala akibat perang,” kata Boaz Levy, pimpinan eksekutif perusahaan milik negara Israel Aerospace Industries (IAI) dalam sebuah wawancara seperti dilansir Bloomberg.
IAI adalah kontraktor utama untuk mengembangkan Arrow 3, dengan Rafael Advanced Defense Systems dan Tomer – yang juga dimiliki oleh pemerintah Israel — memainkan peran yang lebih kecil. Perusahaan asal Amerika Serikat Boeing menyediakan subsistem utama dan teknologi tambahan.
Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa tingkat intersepsi Arrow 3 selama konflik Iran mencapai 86 persen.
Jerman, sekutu sejati Israel, mendukung negara Yahudi itu berperang melawan pejuang Palestina Hamas. Pemerintah Jerman mengatakan Israel berhak untuk mempertahankan diri dari serangan pihak lain.
Namun demikian, Berlin sempat menghentikan izin ekspor senjata ke Israel menyusul memburuknya kondisi rakyat Palestina akibat serangan Israel di Gaza.
“Hubungan Israel-Jerman mengakar kuat, namun bahkan sekutu pun terkadang berselisih paham,” ujar CEO IAI, Levy. “Saya berharap akan ada lebih banyak kesepakatan dan kolaborasi di masa mendatang.”
Pemerintah Jerman sudah menyatakan ketertarikannya pada Arrow 4, yang akan segera beroperasi, kata Levy.*




