Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Belanda, Spanyol, Irlandia dan Slovenia Boikot Kontes Lagu Eurovision 2026 usai Partisipasi ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 5 Desember 2025 14:13 2:13 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 Desember 2025 14:13
Bagikan
Eurovision 2026 boikot
Bagikan

Hidayatullah.com – Irlandia, Spanyol, Belanda dan Slovenia akan memboikot kontes lagu Eurovision 2026 karena penyelenggara mengizinkan ‘Israel’ untuk ikut berkompetisi. Keputusan tersebut setelah desakan mereka untuk mengeluarkan ‘Israel’ dari kontes itu ditolak.

“Mayoritas anggota sepakat bahwa tidak perlu ada pemungutan suara lebih lanjut mengenai partisipasi dan bahwa kontes lagu Eurovision 2026 harus tetap berjalan sesuai rencana, dengan langkah-langkah pengamanan tambahan yang berlaku,” kata Uni Penyiaran Eropa (EBU) dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu pada Kamis (04/12/2025).

Menanggapi hal ini, penyiar Irlandia RTÉ mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam kontes 2026 atau menyiarkan kompetisi tersebut. “RTÉ merasa bahwa partisipasi Irlandia tetap tidak adil mengingat hilangnya nyawa yang mengerikan di Gaza dan krisis kemanusiaan di sana, yang terus membahayakan nyawa begitu banyak warga sipil,” kata penyiar tersebut dalam sebuah pernyataan.

Lembaga penyiaran Spanyol RTVE juga menyatakan tidak akan menyiarkan kontes atau semifinal di Wina tahun depan, dengan menyebut proses pengambilan keputusan “tidak memadai” dan menimbulkan “ketidakpercayaan”.

Sementara, lembaga penyiaran Belanda Avrotros mengatakan bahwa “partisipasi dalam situasi saat ini tidak sesuai dengan nilai-nilai publik yang penting bagi kami”.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Lembaga penyiaran Spanyol RTVE menambahkan: “Dewan direksi RTVE sepakat September lalu bahwa Spanyol akan menarik diri dari Eurovision jika Israel menjadi bagiannya.”

“Penarikan diri ini juga berarti RTVE tidak akan menyiarkan final Eurovision 2026… maupun semifinal pendahuluan,” imbuh RTVE.

Lembaga penyiaran Slovenia, RTV, menambahkan bahwa posisi mereka juga “tetap tidak berubah” dan mengatakan langkah tersebut diambil “atas nama 20.000 anak yang meninggal di Gaza”.

“Perubahan aturan baru-baru ini tidak mengubah pandangan kami. Sebagai lembaga penyiaran publik, RTV Slovenia berkomitmen untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika dan mengharapkan aturan dan standar yang setara berlaku untuk semua anggota EBU dan semua negara peserta,” tegas RTV.

RÚV Islandia adalah salah satu lembaga penyiaran publik yang menyerukan agar Israel dilarang dari kontes tahun depan di Wina. Lembaga tersebut belum memutuskan apakah akan memboikot acara 2026 dan mengungkapkan keputusan terkait hal itu akan diambil pada Rabu depan.

Sedangkan Belgia mengatakan akan “mengambil sikap dalam beberapa hari mendatang”.

Lembaga penyiaran Eropa (EBU) mengecualikan Rusia dari kompetisi tak lama setelah invasinya ke Ukraina pada tahun 2022.

Eurovision edisi terbaru penuh dengan penentangan terhadap keikutsertaan ‘Israel’ dalam kontes tersebut karena perang genosida yang berlangsung di Gaza di mana menyebabkan kematian 70.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.

Jika EBU tidak bertindak dan memilih tebang pilih, hal itu berisiko menimbulkan perpecahan besar dalam acara budaya yang paling banyak ditonton di Eropa. Bagi banyak penyiar, kontes ini bukan lagi hanya tentang musik, tetapi tentang mengambil sikap terhadap Gaza.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EropaEurovisiongenosida GazaKontes Lagu Eurovisionpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Aceh dan HIPMI Bahas Penanganan Darurat serta Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana Hidrometeorologi
Tulisan selanjutnya Posko Padat dan Minim Air Bersih, BMH Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Aceh Tamiang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?