Hidayatullah.com – Irlandia, Spanyol, Belanda dan Slovenia akan memboikot kontes lagu Eurovision 2026 karena penyelenggara mengizinkan ‘Israel’ untuk ikut berkompetisi. Keputusan tersebut setelah desakan mereka untuk mengeluarkan ‘Israel’ dari kontes itu ditolak.
“Mayoritas anggota sepakat bahwa tidak perlu ada pemungutan suara lebih lanjut mengenai partisipasi dan bahwa kontes lagu Eurovision 2026 harus tetap berjalan sesuai rencana, dengan langkah-langkah pengamanan tambahan yang berlaku,” kata Uni Penyiaran Eropa (EBU) dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu pada Kamis (04/12/2025).
Menanggapi hal ini, penyiar Irlandia RTÉ mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam kontes 2026 atau menyiarkan kompetisi tersebut. “RTÉ merasa bahwa partisipasi Irlandia tetap tidak adil mengingat hilangnya nyawa yang mengerikan di Gaza dan krisis kemanusiaan di sana, yang terus membahayakan nyawa begitu banyak warga sipil,” kata penyiar tersebut dalam sebuah pernyataan.
Lembaga penyiaran Spanyol RTVE juga menyatakan tidak akan menyiarkan kontes atau semifinal di Wina tahun depan, dengan menyebut proses pengambilan keputusan “tidak memadai” dan menimbulkan “ketidakpercayaan”.
Sementara, lembaga penyiaran Belanda Avrotros mengatakan bahwa “partisipasi dalam situasi saat ini tidak sesuai dengan nilai-nilai publik yang penting bagi kami”.
Lembaga penyiaran Spanyol RTVE menambahkan: “Dewan direksi RTVE sepakat September lalu bahwa Spanyol akan menarik diri dari Eurovision jika Israel menjadi bagiannya.”
“Penarikan diri ini juga berarti RTVE tidak akan menyiarkan final Eurovision 2026… maupun semifinal pendahuluan,” imbuh RTVE.
Lembaga penyiaran Slovenia, RTV, menambahkan bahwa posisi mereka juga “tetap tidak berubah” dan mengatakan langkah tersebut diambil “atas nama 20.000 anak yang meninggal di Gaza”.
“Perubahan aturan baru-baru ini tidak mengubah pandangan kami. Sebagai lembaga penyiaran publik, RTV Slovenia berkomitmen untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika dan mengharapkan aturan dan standar yang setara berlaku untuk semua anggota EBU dan semua negara peserta,” tegas RTV.
RÚV Islandia adalah salah satu lembaga penyiaran publik yang menyerukan agar Israel dilarang dari kontes tahun depan di Wina. Lembaga tersebut belum memutuskan apakah akan memboikot acara 2026 dan mengungkapkan keputusan terkait hal itu akan diambil pada Rabu depan.
Sedangkan Belgia mengatakan akan “mengambil sikap dalam beberapa hari mendatang”.
Lembaga penyiaran Eropa (EBU) mengecualikan Rusia dari kompetisi tak lama setelah invasinya ke Ukraina pada tahun 2022.
Eurovision edisi terbaru penuh dengan penentangan terhadap keikutsertaan ‘Israel’ dalam kontes tersebut karena perang genosida yang berlangsung di Gaza di mana menyebabkan kematian 70.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Jika EBU tidak bertindak dan memilih tebang pilih, hal itu berisiko menimbulkan perpecahan besar dalam acara budaya yang paling banyak ditonton di Eropa. Bagi banyak penyiar, kontes ini bukan lagi hanya tentang musik, tetapi tentang mengambil sikap terhadap Gaza.*




