Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

RSF Kuasai Ladang Minyak Terbesar Sudan Heglig

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Desember 2025 20:50 8:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Desember 2025 20:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) mengumumkan sudah menguasai ladang minyak terbesar Sudan, Heglig, di tengah peperangan memperebutkan wilayah strategis dan kaya minyak Kordofan.

Sejak RSF berhasil mengusir tentara pemerintah dari tempat persembunyian terakhirnya di Darfur pada akhir Oktober, fokus pertempuran beralih ke wilayah tetangga Kordofan, di mana serangan terhadap sebuah sekolah taman kanak-kanak dan rumah sakit pekan lalu menewaskan sejumlah anak, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Pembebasan kawasan minyak Heglig merupakan titik krusial dalam pembebasan seluruh tanah air, mengingat pentingnya wilayah tersebut secara ekonomi,” kata RSF dalam sebuah pernyataan hari Senin (8/12/2025), seperti dilansir AFP.

Sebuah sumber RSF mengatakan kepada AFP bahwa sebuah pangkalan yang menjadi markas divisi tentara pemerintah setempat juga sudah dikuasai oleh kelompoknya.

Seorang insinyur di ladang minyak Heglig, terletak di selatan Kordofan, mengkonfirmasi pengambilalihan sumber minyak itu oleh pasukan RSF, mengatakan kepada AFP bahwa tim sudah menghentikan produksi dan menutup fasilitas di sana, serta para pekerjanya dievakuasi ke Sudan Selatan – tetangga yang melepaskan diri dari Sudan pada 2011.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Tentara pemerintah menarik diri dari daerah itu “guna melindungi dan mencegah kerusakan pada fasilitas minyak” di sana, kata sebuah sumber militer kepada AFP.

Sumber-sumber itu memberikan keterangan kepada AFP dengan syarat identitasnya tidak diungkap karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Sejak April 2023, RSF mengobarkan perang melawan tentara pemerintah. Konflik bersenjata di antara mereka telah merenggut nyawa puluhan ribu orang dan menjadikan 12 juta orang mengungsi, serta kerusakan parah infrastruktur di mana-mana.

Pekan lalu, serangan drone di negara bagian Kordofan Selatan menarget sebuah sekolah TK dan rumah sakit, menewaskan 114 orang termasuk 63 anak-anak, kata WHO hati Senin, mengutip sistem pemantauannya Attacks on Health Care.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengecam serangan-serangan “tidak berperasaan” itu, yang menurut pemerintah setempat dilakukan oleh RSF.

“Yang meresahkan, paramedis dan petugas yang berusaha menolong diserang saat mereka berusaha memindahkan korban luka dari taman kanak-kanak ke rumah sakit,” tulis Ghebreyesus di platform X.

Heglig adalah ladang minyak terbesar di Sudan, dan merupakan fasilitas pengolahan utama untuk ekspor minyak Sudan Selatan, yang mencakup hampir seluruh pendapatan pemerintah Juba.

Jaringan pipa yang menyalurkan minyak Sudan Selatan dari perbatasan selatan ke Port Sudan di kawasan Laut Merah juga merupakan sumber pendapatan utama bagi negara Sudan yang miskin, yang perekonomiannya hancur akibat perang.

Ketika Juba memisahkan diri pada tahun 2011, hampir seluruh cadangan minyak Sudan ikut diambil alih. Heglig diperebutkan oleh kedua negara dan menjadi lokasi bentrokan singkat pada tahun 2012.

Selain Heglig, RSF juga menguasai ladang minyak utama di bagian barat Block 6 yang dioperasikan sejak tahun 1990-an oleh China sebelum dipaksa tutup pada awal perang.

Bulan lalu, Chinese National Petroleum Corporation memberitahukan pemerintah Sudan bahwa pihaknya bermaksud mengakhiri investasi di sana, menurut salinan surat yang dilihat oleh AFP.

Sejak kehilangan kendali terakhir mereka di Darfur, tentara pemerintah berada dalam posisi bertahan, berusaha menghentikan pergerakan pasukan paramiliter yang bergerak menuju Kordofan, sambil berusaha kembali ke ibu kota Khartoum.

Sudan saat ini secara efektif terpecah menjadi dua, dengan tentara pemerintah menguasai wilayah di bagian utara, timur dan tengah, dan RSF mengendalikan wilayah Sudan bagian barat serta sebagian besar wilayah selatan, dengan bantuan kelompok-kelompok bersenjata sekutunya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Burkina Faso Ibrahim Traoré Burkina Faso Kembali Berlakukan Hukuman Mati
Tulisan selanjutnya Pemerintah Aceh Prioritaskan Logistik dan Obat-Obatan Jangkau Daerah Terisolasi Pemerintah Aceh Prioritaskan Logistik dan Obat-Obatan Jangkau Daerah Terisolasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?