Hidayatullah.com– Angkatan Udara Yordania ambil bagian dalam serangan udara malam hari pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di bagian selatan Suriah yang menarget sejumlah lokasi ISIS.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Sabtu (20/12/2025), militer Yordania mengatakan pihaknya ikut serta dalam operasi gabungan yang bertujuan untuk mencegah kelompok-kelompok ekstremis dari mengeksploitasi daerah yang dijadikan pijakan untuk melancarkan serangan ke negara-negara tetangga Suriah.
Sebuah organisasi pemantau Suriah hari Sabtu mengatakan bahwa sedikitnya lima anggota ISIS termasuk seorang pimpinan sel tewas dalam serangan tengah malam yang dilancarkan Amerika Serikat sebagai balasan atas kematian tiga warga negaranya belum lama ini.
Washington mengatakan seorang pria bersenjata dari kelompok ISIS melakukan aksi tunggal pada 13 Desember di Palmyra, sehingga menewakan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil, serta melukai beberapa prajurit lain.
Dalam serangan balasan, pasukan gabungan pimpinan AS menggempur lebih dari 70 lokasi di bagian tengah Suriah dengan jet-jet tempur, helikopter dan artileri,” kata US Central Command (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan.
Rami Abdel Rahman, pimpinan Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di London, mengatakan kepada AFP bahwa “sedikitnya lima anggota ISIS terbunuh di Provinsi Deir Ezzor, termasuk seorang pimpinan sel yang bertanggung jawab melancarkan serangan dengan drone di daerah itu.
Seorang sumber keamanan Suriah mengatakan kepada AFP bahwa serangan terhadap ISIS itu dilancarkan di daerah gurun Badia termasuk di provinsi-provinsi Homs, Ezzor dan Raqa dan tidak melibatkan operasi darat.
Kebanyakan target berada di kawasan pegunungan yang membentang di bagian utara Palmyra dan yang mengarah ke Deir Ezzor, kata sumber itu yang meminta supaya identitasnya disembunyikan.*




