Hidayatullah.com—Penjajah “israel’ menandatangani kontrak senilai 6 juta dolar AS dengan perusahaan berbasis di Amerika Serikat, Clock Tower X, untuk memproduksi dan menyebarkan konten media sosial berbasis kecerdasan buatan (AI) guna membentuk opini publik global.
Informasi ini pertama kali diungkap dalam laporan investigasi media “israel’ +972 Magazine dan Local Call, yang mengakses dokumen kontrak serta bahan presentasi proyek tersebut.
Menurut laporan +972 Magazine, sekitar 80 persen konten dalam kampanye itu diarahkan kepada Generasi Z melalui platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, podcast, dan media digital lainnya. Dokumen kontrak tersebut menargetkan puluhan juta tayangan setiap bulan di berbagai platform.
“Kampanye ini akan dioptimalkan sesuai pola konsumsi Generasi Z dan dirancang untuk mencapai puluhan juta tayangan bulanan,” tulis +972 Magazine mengutip dokumen internal Clock Tower X yang disiapkan untuk klien pihak penjajah “israel’.
Berdasarkan dokumen kontrak yang dikutip sejumlah laporan investigasi internasional, sekitar 80 persen konten diarahkan kepada Generasi Z melalui platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, podcast, serta media digital lainnya.
Kesepakatan itu tidak hanya berfokus pada pengguna media sosial, tetapi juga secara eksplisit menyinggung upaya memengaruhi cara sistem AI menghasilkan informasi.
“Proyek ini mencakup pembentukan keluaran AI melalui situs web khusus, jaringan konten, serta pembingkaian narasi,” tulis dokumen tersebut, yang menyebutkan potensi dampaknya terhadap chatbot dan mesin pencari berbasis AI.
Laporan lanjutan menunjukkan bahwa kerja sama dengan Clock Tower X bukan satu-satunya. Sepanjang 2025, “israel’ dilaporkan menandatangani sejumlah kontrak dengan perusahaan teknologi besar dan firma hubungan masyarakat internasional untuk memengaruhi respons AI dan hasil pencarian daring terkait “israel’ dan Palestina.
“Kontrak-kontrak ini bertujuan memengaruhi bagaimana mesin pencari dan sistem AI merespons pertanyaan tentang “israel’ dan Gaza, terutama di tengah meningkatnya kritik global,” tulis laporan tersebut.
Kampanye ini juga disebut secara khusus menargetkan universitas, komunitas keagamaan seperti gereja, serta audiens berbasis bahasa tertentu di berbagai negara.
Seorang analis komunikasi digital yang dikutip dalam laporan itu menyatakan bahwa strategi tersebut menandai pergeseran medan konflik informasi. “Yang kita saksikan adalah peralihan dari diplomasi publik konvensional ke pengaruh algoritmik, di mana sistem AI menjadi medan baru perebutan kendali narasi,” ujarnya.
Laporan tersebut mencatat bahwa langkah ini dirancang untuk merespons meningkatnya penolakan internasional terhadap perang di Gaza, khususnya di kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil Barat.
“Universitas dan platform yang berfokus pada anak muda dipandang sebagai arena kunci dalam meredam gelombang penolakan global,” tulis laporan itu.
+972 Magazine dan Local Call juga melaporkan bahwa kontrak dengan Clock Tower X hanyalah salah satu dari sejumlah kesepakatan yang ditandatangani “israel’ sepanjang 2025.
Penjajah disebut bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar dan firma hubungan masyarakat internasional untuk memengaruhi respons mesin pencari dan sistem AI terkait “israel’ dan Palestina.
“Tujuan dari kontrak-kontrak ini adalah membentuk bagaimana mesin pencari dan sistem AI menjawab pertanyaan tentang “israel’ dan Gaza, terutama di tengah meningkatnya kritik global,” tulis +972 Magazine dalam laporannya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah “israel’ maupun pihak Clock Tower X belum memberikan pernyataan resmi yang menjelaskan secara rinci ruang lingkup teknis kerja sama tersebut.
Perusahaan teknologi dan pengembang AI yang disebut dalam laporan juga belum memberikan tanggapan terbuka. Namun, sejumlah pengamat menilai praktik tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait netralitas dan transparansi informasi.
“Ketika negara berupaya membentuk keluaran AI, hal itu memunculkan persoalan mendasar mengenai integritas informasi dan kepercayaan public,” ujar seorang peneliti etika kecerdasan buatan yang dikutip dalam laporan yang sama.*




