Hidayatullah.com– Jerman mengalami penurunan jumlah permohonan suaka tahun lalu, yang untuk pertama kalinya permohonan berkurang hingga menjadi 113.236 pada 2025, menurut Kementerian Dalam Negeri.
Angka itu kurang dari setengah total permohonan suaka tahun sebelumnya yaitu 229.751 dan hampir sepertiga dari 329.120 permohonan suaka yang diajukan pada 2023.
Penurunan terjadi menyusul pemberlakuan kebijakan keimigrasian yang lebih ketat oleh pemerintahan konservatif Jerman. Langkah yang diambil pemerintah antara lain memberlakukan penolakan langsung di pintu perbatasan, penolakan untuk memasukkan anggota keluarga di dalam permohonan suaka, meniadakan jalur cepat permohonan suaka dan meningkatkan jumlah pemulangan migran ke negara asalnya.
“Sinyal jelas yang ditampakkan oleh Jerman, bahwa kebijakan migrasi di Eropa sudah berubah, sudah sampai ke seluruh dunia,” kata Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt, seperti dilansir DW Ahad (4/1/2026).
“Mereka yang tidak berhak mendapatkan perlindungan seyogyanya tidak datang [ke Jerman]; mereka yang menjadi pelaku kejahatan harus pergi,” imbuhnya.
Kementerian juga mengatakan bahwa deportasi juga bertambah sekitar 20% pada 2025.Namun, dalam pesan Tahun Baru 2026 Kanselir Friederich Merz mengindikasikan bahwa pintu tidak sepenuhnya tertutup bagi mereka yang bermaksud mencari suaka di Jerman.
Dia mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mengupayakan jalur baru untuk migrasi legal dan pada saat yang sama menutup jalur-jalur migrasi ilegal.“Bagi kami, kemanusiaan dan ketertiban [hukum] merupakan dua sisi dari satu ko8n yang sama,” ujarnya.
Sementara itu menurut para pakar keimigrasian, penurunan jumlah permohonan suaka tidak hanya disebabkan oleh pengetatan kebijakan yang dilakukan pemerintah.
Kejatuhan rezim Bashar Assad pada akhir 2024 mengurangi jumlah orang Suriah yang mengajukan permohonan suaka di Jerman.
November 2025, Mediendienst Integration, sebuah layanan media nirlaba, memperkirakan terdapat sekitar 948.000 orang Suriah yang tinggal di Jerman. Sebagian dari mereka sudah kembali ke Suriah tahun lalu melalui program pemulangan yang mencakup tiket gratis dan uang saku dari pemerintah Jerman.*




