Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemerintah Mesir Ingin Penggunaan Media Sosial Anak-anak Dibatasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Januari 2026 19:24 7:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Januari 2026 19:24
Bagikan
Generasi menunduk melihat hp dan gadget
Bagikan

Hidayatullah.com– Parlemen Mesir sedang mencari jalan untuk meregulasi penggunaan media sosial oleh anak-anak guna memerangi apa yang mereka sebut sebagai “kekacauan digital”, menyusul sejumlah negara Barat yang juga sedang mempertimbangkan pelarangan anak dan remaja dari media sosial.

Dewan Perwakilan Rakyat Mesir dalam sebuah pernyataan yang dirilis Ahad malam (25/1/2026) mengatakan bahwa mereka sedang menggarap legislasi yang akan mengatur penggunaan media sosial oleh anak-anak dan “mengakhiri kekacauan digital yang dihadapi anak-anak kita, dan yang berdampak negatif bagi masa depan mereka.”

Para wakil rakyat mengatakan akan berkonsultasi dengan pemerintah dan para pakar untuk merancang undang-undang “guna melindungi anak-anak Mesir dari beragam risiko yang mengancam pemikiran dan perilaku mereka,” kata pernyataan itu seperti dilansir Associsted Press.

Pernyataan itu dibuat setelah Presiden Abdel Fattah al-Sisi pada hari Sabtu mendesak jajarannya dan parlemen untuk mempertimbangkan pembatasan penggunaan media sosial oleh anak-anak, “sampai mereka mencapai usia di mana mereka dapat penanganinya dengan baik.”

Dalam komentar yang disiarkan di telivisi Presiden Al-Sisi mendesak pemerintahannya untuk mencontoh negara lain seperti Australia dan Inggris yang membuat legislasi “pembatasan atau larangan” media sosial bagi anak-anak.

Baca Juga

Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Sekitar 50 persen anak di bawah usia 18 tahun di Mesir menggunakan media sosial di mana mereka kemungkinan besar terpapar konten berbahaya, perundungan siber dan pelecehan, menurut laporan tahun 2024 oleh National Center for Social and Criminological Research, sebuah wadah pemikir yang berkaitan dengan pemerintah.

Pada bulan Desember 2025, Australia mennjadi negara pertama yang melarang penggunaan media sosial oleh bagi anak di bawah usia 16 tahun. Langkah ini menyulut perdebatan tentang penggunaan teknologi, provasi, keselamatan dan kesehatan mental anak, serta mendorong negara-negara lain untuk mengambil langkah serupa.

Pemerintah Inggris mengatakan akan mempertimbangkan larangan media sosial bagi remaja serta memperketat aturan tentang perlindungan anak dari konten berbahaya dan waktu menonton berlebihan.

Di Prancis Presiden Emmanuel Macron mendesak percepatan proses legislasi supaya larangan media sosial bagi anak di bawah usia 15 tahun bisa diberlakukan mulai tahun ajaran baru pada bulan September.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Panduan Terbaru Edit Foto Digital 2026: Cara Ganti Latar Belakang Foto dan Gabung 2 Foto Jadi 1 Secara Natural
Tulisan selanjutnya Takut Disadap, Netanyahu Lakban Kamera Ponsel karena Ancaman Spionase Siber

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Berita
13 Juni 2026 11:14
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

13 Juni 2026 09:49
Berita

Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

12 Juni 2026 21:48
Berita

Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

12 Juni 2026 21:40
Berita

China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

12 Juni 2026 21:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?