Hidayatullah.com– Menteri Luar Ngeri Sudan Mohieldin Salem mengatakan tentara nasional sudah hampir berhasil menguasai kembali kontrol atas seluruh wilayah negaranya, tetapi memperingatakan bahwa masih saja ada aktor-aktor asing yang terus mengompori konflik berdarah di sana.
Hal tersebut dikatakan Salen dalam pidatonya dalam pertemuan African Union Peace and Security Council di Addis Ababa.
Menteri Luar Negeri Sudan itu mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan tekanan kepada para penyandang dana kelompok Rapid Support Forces (RSF), yang dituding banyak melakukan pembantaian secara sistematis selama konflik berlangsung, lansir Ahram Online Kamis (12/2/ 2026).
Dalam pidatonya Salem juga mengungkapkan kekecewaanya bahwa Uni Afrika tidak meluncurkan misi pencari fakta guna menyelidiki dugaan-dugaan kejahatan yang dilakukan semasa peperangan di Sudan.
Sejak perang bermula hingga saat ini puluhan ribu orang telah kehilangan nyawa dan sekitar 11 juta orang terpaksa menjadi pengungsi, sehingga menciptakan apa yang sekarang dianggap sebagai krisis kelaparan dan pengungsi paling besar di dunia.
Sementara itu Ketua Komisi Uni Afrika Mahmoud Ali Youssouf dalam pidatonya di acara yang sama menekankan perlunya untuk tetap memprioritaskan penyelesaian masalah secara politik dalam konflik Sudan.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyoroti tantangan keamanan dan kemanusiaan di Sudan yang masih dalam level mengkhawatirkan. Dia menyeru untuk diwujudkannya segera gencatan senjata guna mengakhiri krisis dan memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan.
Lebih lanjut Abdelatty mendesak supaya upaya penyelesaian konflik Sudan dilakukan di bawah naungan Uni Afrika dan berkoordinasi dengan organisasi-organisasi internasional terkait.*




