Hidayatullah.com– Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menginginkan perubahan pemerintahan di Iran tetapi tidak mengatakan apakah akan mendukung serangan militer oleh Amerika Serikat, demikian dilaporkan koran Globe and Mail.
“Kami tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Iran kecuali ada perubahan rezim. Titik,” kata Anand hari Sabtu (14/2/2026) kepada Globe and Mail dalam wawancara di Jerman, tempat ia menghadiri Munich Security Conference , seperti dilansir Reuters.
Hubungan Kanada dengan Iran buruk dan Ottawa memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran pada tahun 2012.
Anand hari Sabtu mengumumkan sanksi terhadap tujuh individu yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah Iran dan mengatakan bahwa pusat perhatian Kanada di kawasan Timur Tengah adalah soal penindasan terhadap hak asasi manusia.
Sementara itu, menurut keterangan dua sumber kepada Reuters, militer Amerika Serikat sedang mempersiapkan diri untuk menjalani kemungkinan tugas selama berpekan-pekan menghadapi Iran apabila Presiden Donald Trump memerintahkan penyerangan.
Pada hari Jumat, Trump menyambut baik ide kemungkinan perubahan rezim di Iran, sementara Pentagon memerintahkan kapal induk USS Ford yang sedang berada di Laut Karibia untuk berpindah posisi ke perairan di Timur Tengah.*




