Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Trump Sebut MBS “Cium Pantat Saya” di Forum Investasi, Picu Kontroversi dan Kritik Global

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Maret 2026 08:33 8:33 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 Maret 2026 07:18
Bagikan
Donald Trump bersama Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS)
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kontroversi luas setelah menggunakan bahasa kasar dalam forum investasi internasional saat menyinggung Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah forum yang membahas investasi dan ekonomi global di Amerika Serikat pada akhir Maret 2026, yang dihadiri pelaku bisnis dan pemangku kepentingan internasional.

Dalam pidatonya, Trump menyatakan bahwa hubungan kekuasaan antara dirinya dan pemimpin Saudi telah berubah. “Dia tidak menyangka akan harus bersikap hormat kepada saya… Dia mengira saya hanya akan menjadi presiden Amerika lainnya yang gagal,” ujar Trump di hadapan peserta forum.

Trump on MBS: “I like him a lot. I like him too much. That’s why we give so much.”

This is beyond disgusting
pic.twitter.com/bmG9OrfsUP

— Republicans against Trump (@RpsAgainstTrump) May 13, 2025

Kontroversi memuncak ketika Trump melontarkan pernyataan vulgar secara langsung. “He didn’t think he would have to kiss my ass,” kata Trump, yang berarti, “Dia tidak menyangka akan harus mencium pantat saya.” Ucapan tersebut dinilai merendahkan pemimpin negara sekutu dan tidak lazim dalam praktik diplomasi modern.

Sejumlah media arus utama Amerika Serikat turut menyoroti pernyataan tersebut. The Washington Post dalam laporannya pada akhir Maret 2026 mencatat bahwa gaya komunikasi Trump kembali memicu perdebatan publik karena dianggap melanggar norma diplomasi.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Sementara itu, Reuters (Maret 2026) menilai pernyataan tersebut muncul di tengah situasi geopolitik yang sensitif, khususnya terkait hubungan AS dengan negara-negara Teluk.

Washington adalah sekutu Riyadh yang selama ini dikenal memiliki hubungan strategis, terutama dalam bidang energi, keamanan, dan stabilitas kawasan Timur Tengah. Namun, pernyataan terbuka dengan nada merendahkan seperti ini akan mengganggu keseimbangan hubungan tersebut.

Dari kawasan Arab, sejumlah analis menilai ucapan Trump mencerminkan pendekatan dominatif dalam relasi internasional.

Media seperti Al Jazeera mengutip pengamat yang menyebut retorika tersebut berpotensi merusak citra Amerika Serikat dan menyinggung sensitivitas budaya politik di Timur Tengah yang menjunjung tinggi kehormatan.

Di media sosial, reaksi publik juga bermunculan. Sejumlah warganet mengkritik kedekatan Arab Saudi dengan Amerika Serikat dan mendesak Riyadh menunjukkan sikap lebih tegas.

Salah satu pengguna menulis, “Sudah saatnya Saudi berhenti terlihat seperti mengikuti semua kemauan Washington.” Komentar lain menyebut, “Jika ini dibiarkan tanpa respons, maka martabat negara dipertanyakan.”

Sementara warganet lain menilai, “Hubungan strategis tidak seharusnya membuat satu pihak diperlakukan tidak hormat seperti ini.” Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait pernyataan Trump tersebut.

Namun, kontroversi ini diperkirakan akan terus bergulir dan menambah sorotan terhadap dinamika hubungan antara Washington dan Riyadh di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDonald TrumpHeadlineinvestasiMBSMohammad bin SalmanPutra Mahkota Arab Saudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Tulisan selanjutnya Anggota IRGC Iran Iran Umumkan Mobilisasi 1 Juta Tentara, Antisipasi Serangan Darat Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?