Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tak Bisa Diajak Negoisasi, Menteri Penjajah Serukan Pembunuhan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Maret 2026 08:55 8:55 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2026 08:53
Bagikan
Pemimpin Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), yang menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Ahmed al-Sharaa atau dikenal Abu Mohamed al-Jaulani)
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, memicu kontroversi luas setelah secara terbuka menyerukan pembunuhan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu.

Media Israel seperti The Times of Israel dan Ynet melaporkan bahwa Ben Gvir menyebut al-Sharaa sebagai “kepala ular” dan menyatakan bahwa konflik dengan pemerintahan baru Suriah tidak dapat dihindari.

Seruan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Suriah, termasuk serangan udara Israel ke sejumlah wilayah di Suriah selatan dan sekitar Damaskus.  Politisi sayap kanan keras di cabinet penjajah yang kerap memicu kontroversi melalui pernyataan-pernyataan ekstrem ini menegaskan bahwa pemimpin Suriah tersebut dinilai “tidak bisa diajak bernegosiasi” dan harus dilenyapkan karena dianggap sebagai ancaman bagi keamanan Israel.

Dalam pernyataannya, Ben Gvir juga menggunakan nama lama al-Sharaa, yaitu al-Jolani, serta menuduh pemerintah Suriah melakukan kekejaman terhadap komunitas Dürzi. Ia menyebut adanya pembunuhan dan penyiksaan, meski tuduhan tersebut belum diverifikasi secara independen oleh lembaga hak asasi manusia internasional.

Media Suriah seperti kantor berita resmi SANA menyoroti pernyataan tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara dan bentuk eskalasi retorika dari pejabat Israel.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Sejumlah laporan media regional menyebut pernyataan itu berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Suriah. Penjajah belum memberikan klarifikasi apakah pernyataan tersebut mencerminkan kebijakan resmi atau pandangan pribadi Ben Gvir.

Analis Timur Tengah dari sejumlah media Arab menilai ketegangan ini tidak lepas dari posisi strategis Suriah dalam peta konflik kawasan. Dalam laporan media Arab, Suriah disebut sebagai salah satu titik kunci dalam dinamika perjuangan Palestina, baik secara geografis maupun politik.

Ahmad al-Sharaa—yang juga dikenal sebagai al-Jaulani—dipandang sebagai figur berpengaruh dalam konfigurasi kekuatan baru di kawasan, terutama karena sikapnya yang dinilai tidak membuka ruang normalisasi atau kerja sama dengan pihak penjajah ‘Israel’.

Kawasan Strategis

Suriah menempati posisi strategis sebagai “pintu utara” Israel, terutama melalui wilayah Dataran Tinggi Golan yang hingga kini menjadi titik sengketa dan memiliki nilai militer tinggi karena memungkinkan pengawasan langsung ke wilayah Israel.

Selain itu, Suriah juga menjadi jalur penghubung utama antara Iran dan Lebanon, yang digunakan untuk menopang kekuatan Hizbullah—aktor non-negara yang menjadi salah satu ancaman terbesar Israel. Dalam banyak analisis kawasan, jalur ini disebut sebagai tulang punggung “poros perlawanan”, yang memungkinkan distribusi logistik dan dukungan militer lintas negara untuk menghadapi penjajah Israel.

Suriah juga diprediksi pintu penting pembuka pembebasan Baitul Maqdis yang kini masih dibawa kekuasan penjajah. Al Jazeera dan Al Araby, menjelaskan, posisi ini menjadikan Suriah sebagai bagian integral dari peta perang Israel–Palestina.

Hal ini diungkap pengamat politik Arab Abdul Bari Atwan yang menegaskan bahwa setiap bentuk koordinasi antara aktor-aktor perlawanan—termasuk jika Hamas dan al Jaulani membangun kedekatan strategis—berpotensi “menghidupkan kembali front utara” yang lama dikhawatirkan pihak ‘Israel’, yang jika benar-benar terwujud secara militer dan politik, ia dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan Israel di kawasan.

Di sisi lain, secara historis dan politik, Suriah dikenal sebagai salah satu negara Arab yang paling konsisten mendukung perjuangan Palestina, baik dengan memberi ruang bagi kelompok-kelompok pejuang Palestina maupun menolak normalisasi dengan ‘Israel’.

Sejumlah analis Timur Tengah di media Arab seperti Al Jazeera dan Al Araby Al Jadeed menilai bahwa jika kepemimpinan baru Suriah di bawah Ahmad al-Sharaa kembali membuka ruang koordinasi dengan pejuang Hamas, maka ‘Israel’ berpotensi menghadapi tekanan multi-front dari Gaza, Lebanon, dan Suriah secara bersamaan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad al-SharaaBaitul MaqdisHeadlineItamar Ben GvirnegoisasinormalisasipalestinaPresiden Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Burung ‘Al-Bukht’: Pasukan yang Diutus Allah untuk Membersihkan Bangkai Ya’juj dan Ma’juj
Tulisan selanjutnya Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?