Hidayatullah.com– Sektor industri Jerman melaporkan adanya gangguan meluas yang disebabkan perang Iran, dengan sembilan perusahaan mengaku sudah terdampak.
Dilansir DW hari Selasa (7/4/2026), survei yang dilakukan oleh Ifo Institute mendapati hanya 9% perusahaan yang mengatakan bahwa mereka saat ini belum terdampak perang Iran.
Pimpinan survei Klaus Wohlrabe mengatakan konflik di Timur Tengah yang sedang berkecamuk telah memukul industri Jerman secara langsung dan menyebabkan ketidakpastian yang signifikan, sementara banyak perusahaan bersiap-siap untuk menghadapi situasi yang lebih sulit di bulan-bulan mendatang.
Biaya energi yang lebih besar disebut oleh 78% perusahaan responden sebagai faktor utama. Sekitar 36% menuding gangguan pada proses pengiriman dan kemacetan pasokan bahan mentah dan barang setengah jadi, sementara 16% menuding risiko pengiriman lewat udara. Sekitar seperempat responden bersiap untuk menghadapi melemahnya permintaan dari pasar-pasar ekspor penting mereka.
Perusahaan-perusahaan juga menyoroti risiko finansial, termasuk biaya pengiriman dan logistik yang fluktuatif, premi asuransi yang lebih mahal, dan risiko pembayaran yang lebih tinggi.
Konflik tersebut, yang sekarang sudah berlangsung lebih dari empat pekan, menyebabkan sentimen bisnis anjlok 2,0 poin pada bulan Maret menjadi 86,4 – angka terendah sejak Februari 2025.
“Perang di Iran mengakhiri harapan akan adanya peningkatan [dalam bisnis] untuk sementara waktu ini,” kata Presiden Ifo, Clemens Fuest.*




