Hidayatullah.com– Lima remaja diajukan ke pengadilan di Swedia dalam kasus percobaan pembunuhan seorang peneliti yang merupakan disiden Iran, Arvin Khoshnood, di Swedia bagian selatan.
Jaksa penuntut mengatakan satu dari remaja-remaja itu membunyikan bel rumah Khoshnood di kota Malmo pada 2 September 2025, sambil membawa sebilah pisau.
Istri peneliti itu membuka pintu, dan tersangka, berusia 16 tahun kala itu, bertanya kepadanya apakah suaminya ada di rumah. Khoshnood, yang ada di tempat, berusaha tidak menampakkan diri dan bergegas menghubungi polisi, menurut berkas dakwaan seperti dilansir AFP.
Remaja itu direkrut lewat aplikasi pesan terenkripsi oleh para tersangka lain, dengan iming-iming upah apabila berhasil membunuh Khoshnood, kata jaksa
Menurut jaksa, tiga dari terdakwa, dan orang keempat yang diyakini sebagai otaknya tetapi identitasnya belum dapat dipastikan, memberikan instruk kepada remaja itu, menyediakan pisau dan menegosiasikan syarat dan ketentuan kontrak sebelum aksi dilakukan.
Tiga dari lima remaja yang menjadi terdakwa dijerat tuduhan upaya pembunuhan, serta beberapa tuduhan lain.
“Tindakan tersebut termasuk dalam apa yang disebut kejahatan sebagai jasa, di mana para pelaku yang masih muda di Swedia melaksanakan tugas yang diberikan oleh individu-individu yang berkaitan dengan kejahatan terorganisir,” kata jaksa Per-Erik Rinsell dalam sebuah pernyataan.
Khoshnood — yang merupakan pendukung Pengeran Mahkota Iran Reza Pahlavi, putra dari shah terakhir Iran — mengatakan kepada media Swedia bahwa dirinya berkeyakinan serangan tersebut diatur oleh Foxtrot, salah satu kelompok kriminal terkemuka di Swedia yang pemimpinnya Rawa Majid dikabarkan memiliki hubungan dengan pemerintah Teheran.
Foxtrot merupakan pihak di belakang sejumlah insiden penembakan, pemboman dab pembunuhan di Swedia, dan seperti geng kriminal pada umumnya, menggunakan kelemahan struktural media sosial untuk merekrut anak-anak sebagai pelaku kejahatan.
Khoshnood kerap muncul di media Swedia sebagai pakar tentang Iran. Di media sosial secara terbuka dia menunjukkan dukungan terhadap Pahlavi, yang bertahun-tahun mengasingkan diri di Amerika Serikat dan memimpin saru dari banyak gerakan oposisi Iran di luar negeri.
Beberapa terdakwa itu juga dijerat dengan tuduhan upaya pembunuhan di kota Uddevalla, sepekan setelah percobaan pembunuhan atas Khoshnood. Tidak jelas apakah target di Uddevalla itu juga merupakan seorang pembangkang Iran.
Dinas intelijen Swedia Sapo menyebut Iran sebagai salah satu ancaman bagi keamanan nasional.
Sapo menuduh Iran merekrut anggota geng-geng kriminal di Swedia untuk melakukan tindak kekerasan terhadap kepentingan-kepentingan Israel dan tokoh-tokoh oposisi Iran di Swedia – klaim yang dibantah oleh Teheran.*




