Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ratusan Muhajirin Rohingya Hilang usai Kapal Terbalik di Laut Adaman

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 15 April 2026 18:31 6:31 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 15 April 2026 19:00
Bagikan
Milik para pengungsi Rohingya berserakan di pantai saat kapal pengangkut tetap berlabuh di dekatnya di Teknaf, Bangladesh, pada 16 April
Bagikan

Hidayatullah.com – Sekitar 250 muhajirin Rohingya dan warga negara Bangladesh hilang setelah sebuah kapal terbalik di Laut Andaman, kata badan pengungsi PBB dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Menurut laporan badan pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Selasa, kapal penangkap ikan yang sarat dengan pria, wanita, dan anak-anak itu dilaporkan tenggelam karena angin kencang, ombak besar, dan kelebihan penumpang.

Kapal penangkap ikan itu berangkat dari Teknaf di Bangladesh selatan dan berusaha mencapai Malaysia, menurut laporan.

“Tragedi ini menyoroti dampak kemanusiaan yang menghancurkan akibat pengungsian yang berkepanjangan dan terus berlanjutnya ketiadaan solusi jangka panjang bagi Rohingya,” kata UNHCR dan IOM dalam pernyataan mereka.

Lebih dari 730.000 Rohingya, yang telah lama dianiaya di Myanmar, terpaksa meninggalkan rumah mereka pada tahun 2017 di tengah kampanye pembersihan etnis oleh militer Myanmar, dan mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Bangladesh.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Ribuan warga Rohingya mempertaruhkan nyawa mereka setiap tahun untuk melarikan diri dari penindasan dan perang saudara di Myanmar serta kamp-kamp yang penuh sesak di Bangladesh, seringkali pergi ke laut dengan perahu darurat untuk mencapai negara-negara tetangga dan kemungkinan kehidupan yang lebih baik.

Penjaga pantai Bangladesh mengatakan salah satu kapalnya, yang sedang menuju Indonesia, berhasil menyelamatkan sembilan orang dari kapal pukat yang terbalik, termasuk seorang wanita, pada tanggal 9 April, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Juru bicara penjaga pantai Letnan Komandan Sabbir Alam Sujan mengatakan kapal tersebut “melihat beberapa orang mengapung di laut menggunakan drum dan kayu gelondongan dan menyelamatkan mereka dari perairan dalam”.

Menurut kantor berita Andalou, dari sembilan orang yang diselamatkan, enam diduga terlibat dalam perdagangan manusia. Mereka telah ditahan, menurut polisi.

‘Terombang-ambing selama 36 jam’

Salah satu korban selamat, Rafiqul Islam, mengatakan kepada AFP bahwa ia dibujuk naik ke kapal oleh para penyelundup, yang menjanjikannya pekerjaan di Malaysia.

“Beberapa dari kami ditahan di area penampungan kapal pukat; beberapa meninggal di sana. Saya terbakar oleh minyak yang tumpah dari kapal pukat,” katanya, menambahkan bahwa kapal tersebut berlayar selama empat hari sebelum terbalik.

“Kami terapung selama hampir 36 jam sebelum sebuah kapal menyelamatkan kami dari perairan dalam,” tambahnya, mengatakan bahwa 25 hingga 30 orang meninggal karena sesak napas dan kepadatan berlebihan selama perjalanan laut.

Laut Andaman membentang di sepanjang pantai barat Myanmar, Thailand, dan Semenanjung Malaya.

Malaysia adalah tujuan favorit Rohingya karena merupakan negara mayoritas Muslim dan memiliki diaspora Rohingya yang cukup besar.

Tahun lalu, UNHCR menyatakan bahwa 427 warga Rohingya dikhawatirkan tewas di laut dalam dua kecelakaan kapal di lepas pantai Myanmar pada bulan Mei.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kapalMuhajirin Rohingyamuslim RohingyamyanmarPengungsi RohingyaUNHCR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya mui palestina politik Pemboman Israel di Gaza Akibatkan 11 Orang Palestina Syahid, Termasuk Dua Anak-Anak
Tulisan selanjutnya Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?